Bupati naik haji, pejabat banyak mangkir
Kamis, 11 Oktober 2012 - 16:03 WIB
Bupati naik haji, pejabat banyak mangkir
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empatlawang menyoroti kinerja pejabat di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) yang kerap mangkir jika tidak ada bupati di kantornya.
Anggota Komisi I DPRD Empatlawang Tatang Herianto berharap pejabat dapat melaksanakan aktivitasnya seperti biasa, meskipun pucuk pimpinan sedang tidak berada di tempat.
Karena menurutnya, saat bupati tidak berada di tempat banyak pejabat khususnya kepala dinas yang tidak masuk ke kantor.
“Itu sudah seringkali terjadi, pembuktiannya adalah saat paripurna dengan mengundang mitra. Kalau bupati sedang tidak di Tebing Tinggi banyak pejabat yang tidak hadir,” ungkap Tatang menjelaskan, Kamis (11/10/2012).
Apalagi menurutnya, dalam waktu yang agak lama ke depan bupati tidak berada ditempat termasuk Sekda. Sedangkan wakil bupati saat ini juga sedang sibuk mempersiapkan diri menjelang pencalonannya sebagai calon walikota Pagar Alam.
Dikhawatirkan, hal tersebut akan dimanfaatkan oleh para pejabat di Empatlawang untuk tidak ke kantor. “Kita khawatirkan itu, karena permasalahan itu sudah menjadi rahasia umum,” tandasnya.
Tokoh masyarakat Empatlawang Syamsu Indera Usman mengatakan, pejabat harus menyadari bahwa mereka bekerja untuk rakyat, bukan untuk bupati atau kepala daerah. Sehingga ada atau tidaknya bupati di Empatlawang aktivitas dan rutinitas pelayanan kepada masyarakat harus terus dilaksanakan.
“Kalau saya amati selama ini, justru di Empatlawang ini berlaku sistem mandor. Saat mandor tidak mengawasi, maka dipastikan banyak yang bolos,” tukasnya.
Menurutnya, situasi banyaknya pejabat yang membolos saat bupati tidak berada ditempat sudah sangat sering terjadi. Bahkan untuk pejabat setingkat eselon II seperti kepala dinas. Kondisi tersebut menurutnya, sangat bertentangan dengan harapan masyarakat.
"Intinya semua harus menyadari, jabatan yang diemban itu adalah amanah rakyat yang dipercayakan melalui bupati Empatlawang. Jadi pengabdian itu untuk masyarakat Empatlawang, bukan untuk bupati,” tandasnya.
Anggota Komisi I DPRD Empatlawang Tatang Herianto berharap pejabat dapat melaksanakan aktivitasnya seperti biasa, meskipun pucuk pimpinan sedang tidak berada di tempat.
Karena menurutnya, saat bupati tidak berada di tempat banyak pejabat khususnya kepala dinas yang tidak masuk ke kantor.
“Itu sudah seringkali terjadi, pembuktiannya adalah saat paripurna dengan mengundang mitra. Kalau bupati sedang tidak di Tebing Tinggi banyak pejabat yang tidak hadir,” ungkap Tatang menjelaskan, Kamis (11/10/2012).
Apalagi menurutnya, dalam waktu yang agak lama ke depan bupati tidak berada ditempat termasuk Sekda. Sedangkan wakil bupati saat ini juga sedang sibuk mempersiapkan diri menjelang pencalonannya sebagai calon walikota Pagar Alam.
Dikhawatirkan, hal tersebut akan dimanfaatkan oleh para pejabat di Empatlawang untuk tidak ke kantor. “Kita khawatirkan itu, karena permasalahan itu sudah menjadi rahasia umum,” tandasnya.
Tokoh masyarakat Empatlawang Syamsu Indera Usman mengatakan, pejabat harus menyadari bahwa mereka bekerja untuk rakyat, bukan untuk bupati atau kepala daerah. Sehingga ada atau tidaknya bupati di Empatlawang aktivitas dan rutinitas pelayanan kepada masyarakat harus terus dilaksanakan.
“Kalau saya amati selama ini, justru di Empatlawang ini berlaku sistem mandor. Saat mandor tidak mengawasi, maka dipastikan banyak yang bolos,” tukasnya.
Menurutnya, situasi banyaknya pejabat yang membolos saat bupati tidak berada ditempat sudah sangat sering terjadi. Bahkan untuk pejabat setingkat eselon II seperti kepala dinas. Kondisi tersebut menurutnya, sangat bertentangan dengan harapan masyarakat.
"Intinya semua harus menyadari, jabatan yang diemban itu adalah amanah rakyat yang dipercayakan melalui bupati Empatlawang. Jadi pengabdian itu untuk masyarakat Empatlawang, bukan untuk bupati,” tandasnya.
(ysw)