Dinkes Kulonprogo semprit Puskesmas Pengasih II
Selasa, 09 Oktober 2012 - 17:55 WIB
Dinkes Kulonprogo semprit Puskesmas Pengasih II
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo akhirnya turun tangan, menyelesaikan dugaan pungli di Puskesmas Pengasih II. Dinkes memastikan semua uang yang ditarik dari pasien untuk pemeriksaan kehamilan wajib dikembalikan.
"Kalau hanya hemoglobin (HB) itu gratis. Pemeriksaan lain di luar memang bayar. Tapi kalau hanya HB tapi ditarik biaya oleh petugas, wajib dikembalikan," kata Kadinkes Kulonprogo, Bambang Haryatno, Selasa (9/10/2012).
Bambang mengatakan, dirinya sudah mendatangi langsung Puskesmas Pengasih II. Menurutnya ada miskomunikasi antara petugas dan pasien. Informasi terkait pelayanan gratis dari pemerintah, diakuinya belum diketahui seluruh lapisan masyarakat.
"Kita sudah cek dan luruskan," tandasnya.
Menurut Bambang, dirinya juga sudah mencari tahu petugas yang dinilai mempermalukan pasien, Yusro Anah, kemarin lusa. Dia memastikan, hal itu terjadi karena sudah menjadi bagian karakter yang bersangkutan. Kendati begitu dia akan melakukan pembenahan sekaligus pembinaan.
"Akan kami benahi semuanya terutama para petugas pelayanan agar bisa lebih ramah dan menjunjung tinggi etika pelayanan prima bagi warga. Saya baru empat bulan di sini, jadi perlahan kami akan tingkatkan pelayanan agar warga yang datang bisa menikmati pelayanan yang ramah," janjinya.
Direktur Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kulonprogo Paulo Ngadi Cahyono mengatakan, pelayanan dan keramahtamahan (hospitality) dari petugas kesehatan di Kulonprogo memang harus diperbaiki.
"Kalau dibentak dan dibikin malu di depan umum bisa menimbulkan efek psikologis bagi kandungannya," kata dia.
Dia menambahkan, selama ini baru segelintir warga saja yang mengetahui pelayanan gratis dari pemerintah. Informasi dari pemerintah tidak merata diterima semua warga.
Sehingga, jika warga yang tidak mengetahui informasi tersebut diwajibkan untuk membayar, dia akan membayar. Petugas Puskesmas Pengasih II sendiri, kemarin mendatangi rumah kontrakan Yusro Anah yang terletak di Desa Margosari, Pengasih.
Selain meminta maaf, mereka juga membawa beraneka bingkisan baginya. Sebelumnya Yusro Anah menerima perlakuan tidak menyenangkan dari petugas Puskesmas Pengasih II.
Selain dibentak di depan umum, dia juga dituduh lari dari tanggung jawab, karena tidak mau membayar biaya pemeriksaan. Padahal Yusro sudah membayar pelayanan yang seharusnya gratis, Rp40.000.
"Kalau hanya hemoglobin (HB) itu gratis. Pemeriksaan lain di luar memang bayar. Tapi kalau hanya HB tapi ditarik biaya oleh petugas, wajib dikembalikan," kata Kadinkes Kulonprogo, Bambang Haryatno, Selasa (9/10/2012).
Bambang mengatakan, dirinya sudah mendatangi langsung Puskesmas Pengasih II. Menurutnya ada miskomunikasi antara petugas dan pasien. Informasi terkait pelayanan gratis dari pemerintah, diakuinya belum diketahui seluruh lapisan masyarakat.
"Kita sudah cek dan luruskan," tandasnya.
Menurut Bambang, dirinya juga sudah mencari tahu petugas yang dinilai mempermalukan pasien, Yusro Anah, kemarin lusa. Dia memastikan, hal itu terjadi karena sudah menjadi bagian karakter yang bersangkutan. Kendati begitu dia akan melakukan pembenahan sekaligus pembinaan.
"Akan kami benahi semuanya terutama para petugas pelayanan agar bisa lebih ramah dan menjunjung tinggi etika pelayanan prima bagi warga. Saya baru empat bulan di sini, jadi perlahan kami akan tingkatkan pelayanan agar warga yang datang bisa menikmati pelayanan yang ramah," janjinya.
Direktur Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kulonprogo Paulo Ngadi Cahyono mengatakan, pelayanan dan keramahtamahan (hospitality) dari petugas kesehatan di Kulonprogo memang harus diperbaiki.
"Kalau dibentak dan dibikin malu di depan umum bisa menimbulkan efek psikologis bagi kandungannya," kata dia.
Dia menambahkan, selama ini baru segelintir warga saja yang mengetahui pelayanan gratis dari pemerintah. Informasi dari pemerintah tidak merata diterima semua warga.
Sehingga, jika warga yang tidak mengetahui informasi tersebut diwajibkan untuk membayar, dia akan membayar. Petugas Puskesmas Pengasih II sendiri, kemarin mendatangi rumah kontrakan Yusro Anah yang terletak di Desa Margosari, Pengasih.
Selain meminta maaf, mereka juga membawa beraneka bingkisan baginya. Sebelumnya Yusro Anah menerima perlakuan tidak menyenangkan dari petugas Puskesmas Pengasih II.
Selain dibentak di depan umum, dia juga dituduh lari dari tanggung jawab, karena tidak mau membayar biaya pemeriksaan. Padahal Yusro sudah membayar pelayanan yang seharusnya gratis, Rp40.000.
(mhd)