Gawat! Ganja makin marak di SMA
Selasa, 09 Oktober 2012 - 17:35 WIB
Gawat! Ganja makin marak di SMA
A
A
A
Sindonews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Empatlawang mensinyalir banyak pelajar tingkat SMA di Empatlawang, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi pengguna narkotika jenis ganja.
Menurut Kepala BNN kabupaten Empatlawang Supratman, hasil pemeriksaan urine yang melibatkan 100 pelajar dari empat pelajar SMA yang ada di Empatlawang diketahui belasan pelajar positif mengonsumsi narkoba jenis ganja.
"Pihaknya berani menyimpulkan jika makin banyak jumlah pelajar yang diambil dan diperiksa sample urinenya, maka jumlah tersebut akan semakin bertambah," katanya, Selasa (9/10/2012).
Lebih lanjut dia menuturkan, adanya fakta tersebut mengejutkan semua pihak, terutama orangtua yang khawatir anaknya menjadi pemakai ganja.
“Apalagi jika jumlah sampelnya lebih banyak, kami yakin akan lebih banyak lagi pelajar yang ketahuan menjadi pengguna narkoba di Empatlawang ini,” ujarnya.
Pihaknya memang tidak menginformasikan atau menunjukkan sekolah mana yang mereka ambil urinenya untuk dilakukan pengetesan.
“Hal ini agar ditindaklanjuti dengan pembinaan dari pihak sekolah dan orang tua," jelasnya.
Di sisi lain, sekretaris Komisi III DPRD Empatlawang Herkules Afdan mengatakan, dengan kondisi tersebut semua pihak harus peduli terhadap penyalahgunaan narkoba di Empatlawang.
“Bukan hanya BNN, sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik), tokoh agama, khususnya orangtua harus waspada. Kalau pelajar banyak yang menjadi pengguna narkoba, itu gawat dan harus diwaspadai,” ujarnya.
Herkules menambahkan, perlu ada sanksi tegas dan tindakan hukum untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Agar pelajar yang belum tersentuh narkoba tidak menjadi terlibat atau menjadi pengguna narkoba,” tandasnya.
Menurut Kepala BNN kabupaten Empatlawang Supratman, hasil pemeriksaan urine yang melibatkan 100 pelajar dari empat pelajar SMA yang ada di Empatlawang diketahui belasan pelajar positif mengonsumsi narkoba jenis ganja.
"Pihaknya berani menyimpulkan jika makin banyak jumlah pelajar yang diambil dan diperiksa sample urinenya, maka jumlah tersebut akan semakin bertambah," katanya, Selasa (9/10/2012).
Lebih lanjut dia menuturkan, adanya fakta tersebut mengejutkan semua pihak, terutama orangtua yang khawatir anaknya menjadi pemakai ganja.
“Apalagi jika jumlah sampelnya lebih banyak, kami yakin akan lebih banyak lagi pelajar yang ketahuan menjadi pengguna narkoba di Empatlawang ini,” ujarnya.
Pihaknya memang tidak menginformasikan atau menunjukkan sekolah mana yang mereka ambil urinenya untuk dilakukan pengetesan.
“Hal ini agar ditindaklanjuti dengan pembinaan dari pihak sekolah dan orang tua," jelasnya.
Di sisi lain, sekretaris Komisi III DPRD Empatlawang Herkules Afdan mengatakan, dengan kondisi tersebut semua pihak harus peduli terhadap penyalahgunaan narkoba di Empatlawang.
“Bukan hanya BNN, sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik), tokoh agama, khususnya orangtua harus waspada. Kalau pelajar banyak yang menjadi pengguna narkoba, itu gawat dan harus diwaspadai,” ujarnya.
Herkules menambahkan, perlu ada sanksi tegas dan tindakan hukum untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Agar pelajar yang belum tersentuh narkoba tidak menjadi terlibat atau menjadi pengguna narkoba,” tandasnya.
(maf)