Program e-KTP di TTU terkendala listrik
Selasa, 09 Oktober 2012 - 08:48 WIB
Program e-KTP di TTU terkendala listrik
A
A
A
Sindonews.com - Belum adanya jaringan listrik yang masuk ke beberapa kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat program perekaman data KTP elektronik (e-KTP) di 10 kecamatan masih terkendala.
Saat ini, Suku Dinas kependudukan dan Catatan Sipil TTU baru mengirim genset untuk pengoperasian komputer di sejumlah kantor kecamatan yang belum dialiri listrik. Hingga Selasa (9/10/2012) pagi, baru 10 unit genset yang dikirim ke beberapa wilayah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Timor Tengah Utara, Suibertus Sallu menuturkan, ketiadaan listrik menjadi penyebab keterlambatan perekaman E-KTP di 10 kecamatan tersebut.
"Saat ini baru 14 Kecamatan yang telah melakukan perekaman data, sedangkan 10 kecamatan sisanya belum. Kita sudah kirim genset untuk kecamatan yang belum ada aliran listrik PLN," katanya saat ditemui di ruang kerjanya di Kefamenanu, Selasa, (09/10/2012).
Untuk itu, dia berharap kepada semua warga yang sudah mendapat undangan perekaman data agar segera menggunakan kesempatan tersebut. Kendati secara teknis sudah siap, namun ada kendala lain sehingga target penyelesaian e-KTP di kawasan ini molor.
Misalnya saja, untuk pemilik KTP yang masih menggunakan kode angka awal 24 belum mendapatkan undangan perekaman data. "Kalau sudah ada KTP kode awal 53 kita langsung injeksi datanya dan dalam perekaman putaran kedua sudah bisa kita rekam datanya," pungkasnya.
Saat ini, Suku Dinas kependudukan dan Catatan Sipil TTU baru mengirim genset untuk pengoperasian komputer di sejumlah kantor kecamatan yang belum dialiri listrik. Hingga Selasa (9/10/2012) pagi, baru 10 unit genset yang dikirim ke beberapa wilayah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Timor Tengah Utara, Suibertus Sallu menuturkan, ketiadaan listrik menjadi penyebab keterlambatan perekaman E-KTP di 10 kecamatan tersebut.
"Saat ini baru 14 Kecamatan yang telah melakukan perekaman data, sedangkan 10 kecamatan sisanya belum. Kita sudah kirim genset untuk kecamatan yang belum ada aliran listrik PLN," katanya saat ditemui di ruang kerjanya di Kefamenanu, Selasa, (09/10/2012).
Untuk itu, dia berharap kepada semua warga yang sudah mendapat undangan perekaman data agar segera menggunakan kesempatan tersebut. Kendati secara teknis sudah siap, namun ada kendala lain sehingga target penyelesaian e-KTP di kawasan ini molor.
Misalnya saja, untuk pemilik KTP yang masih menggunakan kode angka awal 24 belum mendapatkan undangan perekaman data. "Kalau sudah ada KTP kode awal 53 kita langsung injeksi datanya dan dalam perekaman putaran kedua sudah bisa kita rekam datanya," pungkasnya.
(ysw)