Bocah sumbing wajah butuh bantuan

Senin, 08 Oktober 2012 - 11:29 WIB
Bocah sumbing wajah...
Bocah sumbing wajah butuh bantuan
A A A
Sindonews.com - Hembusan nafas kecil diiringi dengan suara serak dari mulut balita kecil mengisi kehampaan KRL Commuter Line Jakarta Kota-Bekasi pada saat itu. Langkah kecil sesaat terhenti ketika melihat balita mungil dengan kondisi wajah yang tidak seperti balita seusianya.

Arjuna Trisakti (3,5) namanya. Sejak lahir dirinya hanya mampu bernafas melalui mulutnya setelah dia mengalami sumbing wajah sejak lahir. Hidungnya tidak dapat berfungsi, tak hanya itu, kedua matanya pun memiliki kondisi yang tak jauh.

Arjuna kecil berusaha berjuang hidup bersama ayahnya, usai bocah malang itu ditinggal sang ibu yang telah meninggal lebih dahulu.

"Sejak kecil dia (Arjuna) menderita sumbing wajah. Saya tinggal berdua dengannya, ibunya sudah meninggal," jelas sang ayah, Andi kepada Sindonews, Senin (8/10/2012).

Andi juga menerangkan, kalau sejak lahir Arjuna mengalami kelainan fisik, tubuhnya hanya seukuran botol minum, bersyukur dia bisa membesarkannya hingga saat ini meski hidup berdua.

Akibat penyakitnya ini, bagian otak Arjuna tidak dapat digunakan, batok kepalanya pun terasa lembek berbeda dengan bocah seusianya. Andi menjelaskan kalau buah hatinya itu telah mengikuti berbagai upaya pengobatan, namun belum ada kepastian yang bisa dia terima.

"Selama ini saya dari Medan hingga tinggal di Bekasi telah menjalani berbagai pengobatan, saat ini Arjuna sedang mengikuti perawatan di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto setelah sebelumnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pihak Rumah Sakit menjanjikan akan melakukan rontgen dan city scan, saya berharap hal itu secepatnya kami terima," harapnya.

"Untuk pengobatan Arjuna selama ini saya menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tanda Miskin). Namun belum ada kepastian untuk pengobatan anak saya, semoga di RSPAD bisa memberikan sesuai yang saya harapkan," tambahnya.

Meski menyadari Arjuna mememiliki kekurangan, Andi tetap berharap kalau buah hatinya itu bisa tumbuh dan berkembang seperti orang pada umumnya.

"Ini harta terakhir yang saya miliki (Arjuna), Arjuna merupakan semangat saya. Ibunya sudah tidak ada. Saya tetap berharap Arjuna bisa berkembang seperti anak-anak seusianya. Bisa bermain, berlari, dan sekolah," harapnya.

Terakhir, untuk mewujudkan itu semua, Andi berharap ada dermawan yang mau menolong Arjuna dalam proses pengobatan.

"Saya sangat berharap uluran tangan dari masyarakat dermawan. Saya ingin bekerja tapi saya tidak dapat meninggalkan Arjuna sendiri," pintanya.
(mhd)
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
3 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
3 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
4 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
6 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
7 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
9 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved