Warga protes limbah pabrik minuman

Senin, 08 Oktober 2012 - 03:34 WIB
Warga protes limbah...
Warga protes limbah pabrik minuman
A A A
Sindonews.com - Puluhan warga yang berdomisili di RT 57 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin mengeluhkan limbah pabrik minuman. Diduga, limbah yang dihasilkan pabrik minuman energik itu telah mencemari aliran air dan kolam ikan mereka.

Ketua RT 57 Herman, mengatakan jika sejumlah warga yang berada di sekitar pabrik melaporkan kondisi sungai yang telah tercemar. Diduga, pencemaran berasal dari sisa olahan limbah yang dihasilkan oleh perusahaan.

Tidak hanya aliran air drainase yang tercemar, rawa-rawa sekitar drainase juga terdapat limbah pabrik yang tergenang keruh di permukaan air sungai.

“Selain limbah cair, juga ada bau asam yang menyengat,” katanya, Minggu 7 Oktober 2012.

Selain itu, buangan limbah yang keruh berwarna merah juga mencemari beberapa kolam ikan warga yang menggunakan air dari aliran air sungai di sekitar pabrik.

Sementara itu, Lurah Sukajadi H Saiful Anwal SH mengatakan sudah menerima laporan dari masyarakat akan dugaan pencemaran dari pabrik minuman tersebut. Namun, guna memastikan apakah benar limbahnya berbahaya atau tidak tentu harus melalui uji laboratorium bersama dengan dinas terkait, yakni Badan Lingkungan Hidup (BLH).

“Akhir minggu kemarin, sudah ditinjau. Memang ada bekas limbahnya, tapi belum bisa memastikan jika limbah itu berbahaya atau tidak. Butuh, pengecekkan di laboratorium BLH,” ungkapnya.

Selain melaporkan pada BLH Banyuasin, pihaknya juga sudah melaporkan dugaan pencemaran tersebut pada pihak kecamatan guna berkoordinasi bersama pihak perusahaan.

”Sudah kita respon keluhan warga, beberapa temuan akan kita laporakan baik itu di tingkat kecamatan maupun intansi BLH untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Senada disampaikan Camat Talang Kelapa, Yusrizal. Dikatakan dia pihak kecamatan sudah melaporkan perihal dugaan pencemaran tersebut pada pihak BLH Pemkab Banyuasin guna melakukan uji pencemaran.

“Jika memang tercemar, pihak perusahaan harus melakukan pembersihan sungai dan mengganti rugi kolam warga yang tercemar. Sejauh ini, baru kali ini warga Sukajadi melaporkan limbah perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Seketaris BLH Pemkab Banyuasin, Zainal Makmun menerangkan pihaknya akan terlebih dahulu mengambil sampel limbah yang dikeluhkan masyarakat. Baru dapat memastikan jika terjadi pencemaran atau tidak.

“Biasanya jika tingkat pencemarannya tinggi, dapat dilihat dari kematian biota, misalnya ikan dan lainnya. Namun, jika belum terjadi itu, tingkat pencemaran harus diukur batas pencemaran laboratorium. Apakah limbah memang perlu mengelolaan yang baik hingga ambang batas pencemaran menjadi kecil dan tidak berbahaya,” ungkap dia.
(ysw)
Berita Terkait
Tekan Polusi Organik,...
Tekan Polusi Organik, IPAL Sentra Tahu Dibangun di Jombang
Partai Perindo: Industri...
Partai Perindo: Industri Hijau dan Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan Harus Dipacu untuk Atasi Polusi
KLHK Tegaskan Indonesia...
KLHK Tegaskan Indonesia Serius Tangani Illegal Traffick Limbah
Miris! Buih Salju Detergen...
Miris! Buih Salju Detergen Penuhi Pesisir Tambak Wedi Surabaya
Buang Limbah Nuklir...
Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Picu Bencana Global
Sederet Alasan Limbah...
Sederet Alasan Limbah Batu Bara PLTU Keluar dari Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved