Helikopter kesulitan temukan titik pendaratan
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 11:33 WIB
Helikopter kesulitan temukan titik pendaratan
A
A
A
Sindonews.com - Helikopter tim evakuasi kesulitan menemukan titik pendaratan untuk melakukan evakuasi jenazah dua korban pesawat PAC 750 PK-RWT milik Yayasan Pelayanan Penerbangan Tariku.
Helikopter sulit menemukan titik untuk mengevakuasi tubuh korban. Dari informasi yang diperoleh di lapangan, helikopter sempat berputar beberapa kali untuk melakukan evakuasi.
Program Manager Tariku Aviation, Robin Hood Ratuntiga, mengatakan evakuasi sulit dilakukan lantaran medannya cukup sulit. Tim evakuasi harus bekerja ekstra keras untuk mencapai lokasi titik jatuhnya pesawat.
"Helikopter harus mencari titik untuk melakukan pendaratan. Proses itu sangat sulit dilakukan. Belum lagi faktor cuaca yang kurang bersahabat," ungkap Robin menjelaskan kepada wartawan, Jumat (5/10/2012).
Menurut Robin, jika sudah dievakuasi, rencananya pilot pesawat Kristian Yus akan disemayamkan di Asrama Yonif 751, Jalan Kemiri, Distrik Sentani, Jayapura, Papua. Sedangkan penumpangnya Paldus Onzu akan dibawa ke rumahnya di Kabupaten Yakohimo, Papua.
Helikopter sulit menemukan titik untuk mengevakuasi tubuh korban. Dari informasi yang diperoleh di lapangan, helikopter sempat berputar beberapa kali untuk melakukan evakuasi.
Program Manager Tariku Aviation, Robin Hood Ratuntiga, mengatakan evakuasi sulit dilakukan lantaran medannya cukup sulit. Tim evakuasi harus bekerja ekstra keras untuk mencapai lokasi titik jatuhnya pesawat.
"Helikopter harus mencari titik untuk melakukan pendaratan. Proses itu sangat sulit dilakukan. Belum lagi faktor cuaca yang kurang bersahabat," ungkap Robin menjelaskan kepada wartawan, Jumat (5/10/2012).
Menurut Robin, jika sudah dievakuasi, rencananya pilot pesawat Kristian Yus akan disemayamkan di Asrama Yonif 751, Jalan Kemiri, Distrik Sentani, Jayapura, Papua. Sedangkan penumpangnya Paldus Onzu akan dibawa ke rumahnya di Kabupaten Yakohimo, Papua.
(azh)