Iran & Belanda jual narkotika di Indonesia

Jum'at, 05 Oktober 2012 - 01:44 WIB
Iran & Belanda jual...
Iran & Belanda jual narkotika di Indonesia
A A A
Sindonews.com - Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji Wijayanto menegaskan, Indonesia saat ini sudah menjadi sasaran utama ekspor narkoba negeri Belanda dan Iran. Nugroho menilai, pasar di Indonesia tumbuh subur seiring dengan jumlah penduduknya yang membludak.

Berdasarkan catatan Yayasan Kesatuan Peduli Masyarakat (Kelima) DKI Jakarta, jumlah pengguna narkotika dan obat terlarang di Indonesia pada 2012 ini sekitar 5 juta orang, sebanyak 250.000 orang di antaranya ada di Jakarta. Impor narkoba yang masuk ke Indonesia juga terjadi banyak ditutupnya sejumlah industri narkotika rumahan.

"Industri-industri rumahan itu, sudah ketangkap semua. Akhirnya para pengedar ini beralih dan mendapatkan barang dari luar negeri," kata Nugroho di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Faktor lain yang membuat Indonesia jadi pasar narkoba internasional adalah, harga jualnya yang tinggi. Nugroho mencontohkan, harga 1 butir ekstasi di Belanda hanya sekitar Rp3.000. Ekstasi itu kemudian diselundupkan ke Malaysia dan harganya meningkat menjadi Rp30.000.

Dari negeri jiran itu, ekstasi pun tiba ke Indonesia dan harganya melejit menjadi Rp300.000 per butir. Sementara untuk sabu asli Iran, di negara asalnya hanya Rp100 juta per kilogram. Sabu itu kemudian diselundupkan ke Malaysia harganya menjadi Rp300 juta.

Tiba di Indonesia, harga sabu itu menjadi Rp1,5 miliar. Dengan tawaran keuntungan yang menggiurkan itu tak heran Indonesia menjadi salah satu tujuan para eksportir dari Belanda dan Iran.

Nugroho menyebutkan, barang haram itu sampai ke Indonesia lebih banyak memakai jalur laut melalui Selat Malaka. Hal ini lantaran di kawasan itu banyak terdapat pantai-pantai yang diramaikan oleh penduduk setempat sehingga para distributor narkotika ini bisa melakukan kamuflasenya dengan baik untuk memasukkan narkoba ke Sumatera.

Dari Sumatera, narkotika diantar ke Jawa memakai jalur darat. "Penjualan di Indonesia paling mahal dibandingkan Malaysia. Tapi sayangnya, hukuman di Indonesia masih sangat ringan dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
9 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
27 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
44 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved