Tidak ada motif terselubung dari gerakan buruh
Rabu, 03 Oktober 2012 - 14:40 WIB
Tidak ada motif terselubung dari gerakan buruh
A
A
A
Sindonews.com - Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menegaskan, aksi mogok kerja nasional yang dilakukan pihaknya murni karena dorongan motif ekonomi para buruh.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani mengatakan, pemerintah seharusnya tidak perlu khawatir dengan pergerakan puluhan ribu buruh di sekitar Jababeka. Pasalnya, para buruh hanya menghendaki penghapusan sistem kerja kontrak, dan outsourcing.
"Tidak ada agenda politik yang terselubung untuk menjatuhkan pemerintahan. Ini murni gerakan bermotif ekonomi," katanya di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya memang tengah fokus memperjuangkan penghapusan sistem kerja kontrak, dan outsourcing yang merugikan buruh. "Pemerintah harus lebih berani, dan tegas melakukan moratorium outsourcing, dan mencabut izin perusahaan yang memakai sistem tersebut," ujarnya.
Dia memastikan para persoalan buruh akan berkurang jika pemerintah berani memenuhi tuntutan para serikat buruh. "Kedua sistem ini sebenarnya persoalan lama yang terus diperjuangkan oleh buruh. Ini memang biang persoalannya," tandasnya.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani mengatakan, pemerintah seharusnya tidak perlu khawatir dengan pergerakan puluhan ribu buruh di sekitar Jababeka. Pasalnya, para buruh hanya menghendaki penghapusan sistem kerja kontrak, dan outsourcing.
"Tidak ada agenda politik yang terselubung untuk menjatuhkan pemerintahan. Ini murni gerakan bermotif ekonomi," katanya di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya memang tengah fokus memperjuangkan penghapusan sistem kerja kontrak, dan outsourcing yang merugikan buruh. "Pemerintah harus lebih berani, dan tegas melakukan moratorium outsourcing, dan mencabut izin perusahaan yang memakai sistem tersebut," ujarnya.
Dia memastikan para persoalan buruh akan berkurang jika pemerintah berani memenuhi tuntutan para serikat buruh. "Kedua sistem ini sebenarnya persoalan lama yang terus diperjuangkan oleh buruh. Ini memang biang persoalannya," tandasnya.
(lil)