Demo buruh di Jombang sudah ricuh
Rabu, 03 Oktober 2012 - 12:08 WIB
Demo buruh di Jombang sudah ricuh
A
A
A
Sindonews.com - Demo ratusan buruh di Jombang, Jawa Timur, berlangsung ricuh. Karena kesal tak ditemui pemilik pabrik, buruh yang mengamuk berusaha merobohkan pagar perusahaan tempatnya bekerja. Akibatnya, pintu pabrik mengalami rusak.
Sejumlah buruh yang mencoba memblokir jalan raya antar Propinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur ditangkap, dan diusir paksa oleh polisi. Para buruh itu tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) dari PT Mentari Internasional.
Sejumlah buruh yang memaksa bertahan dengan duduk di tengah jalan raya, diseret dan dibawa ke kantor polisi. Melihat hal tersebut, beberapa buruh mencoba membebaskan temannya yang ditangkap, hingga terlibat tarik menarik dengan petugas. Dengan usaha keras, akhirnya buruh tersebut dilepaskan kembali.
Dalam aksi ini, ratusan buruh perusahaan mainan PT Mentari Internasional di Jombang, menuntut perusahaan tempatnya bekerja menghapus sistem outsorching. Para buruh ini mendesak, perusahaan agar mengangkat mereka menjadi karyawan tetap.
Menurut buruh, kericuhan ini terjadi karena pemilik perusahaan dan Bupati Jombang Suyanto enggan menemui mereka. Setelah dijanjikan minggu depan akan ditemui bupati, para buruh tersebut akhirnya bersedia membubarkan diri.
Sejumlah buruh yang mencoba memblokir jalan raya antar Propinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur ditangkap, dan diusir paksa oleh polisi. Para buruh itu tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) dari PT Mentari Internasional.
Sejumlah buruh yang memaksa bertahan dengan duduk di tengah jalan raya, diseret dan dibawa ke kantor polisi. Melihat hal tersebut, beberapa buruh mencoba membebaskan temannya yang ditangkap, hingga terlibat tarik menarik dengan petugas. Dengan usaha keras, akhirnya buruh tersebut dilepaskan kembali.
Dalam aksi ini, ratusan buruh perusahaan mainan PT Mentari Internasional di Jombang, menuntut perusahaan tempatnya bekerja menghapus sistem outsorching. Para buruh ini mendesak, perusahaan agar mengangkat mereka menjadi karyawan tetap.
Menurut buruh, kericuhan ini terjadi karena pemilik perusahaan dan Bupati Jombang Suyanto enggan menemui mereka. Setelah dijanjikan minggu depan akan ditemui bupati, para buruh tersebut akhirnya bersedia membubarkan diri.
(san)