BP2IP pastikan tak ada kontak fisik saat orientasi
Senin, 01 Oktober 2012 - 20:01 WIB
BP2IP pastikan tak ada kontak fisik saat orientasi
A
A
A
Sindonews.com - Pihak Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya memastikan tidak ada kontak fisik selama orientasi terhadap taruna baru. Pasalnya, ada sanksi khusus berupa pemecatan bagi para senior yang melakukan pemukulan terhadap para junior.
"Selama masa orientasi dilarang melakukan kontak fisik. Ada hukuman poin kesalahan bagi senior. Kalau poin-nya 80 akan kita skorsing dan jika mencapai 100 maka akan kita keluarkan," kata Aris Jamaan Aktivitas BP2IP Surabaya, di kantor BP2IP, Jalan Gunung Anyar, Surabaya, Senin (1/10/2012).
Ia mengaku, meski tidak ada kontak fisik namun tetap ada penggemblengan mental bagi taruna baru. Artinya, disiplin ketat tetap berlaku di kampus tersebut.
Ia menjelaskan, beberapa kegiatan semasa orientasi adalah taruna baru dibangunkan pada pukul 04.00 WIB. Seluruh peserta muslim harus salat berjamaah. Kemudian olahraga bersama.
"Ketatnya disiplin inilah banyak membuat para taruna baru yang stres. Bahkan ada pula yang sempat melarikan diri dari kampus," ujar Aris.
Pernah suatu ketika ada salah satu taruna yang melarikan diri dari kampus dan bersembunyi di bawah jembatan tol sekitar kampus BP2IP. Namun karena kelaparan akhirnya taruna tersebut kembali. Ada pula yang bersembunyi di gorong-gorong sekitar kampus.
"Meski demikian tidak ada kontak fisik antara junior dan senior," katanya.
Terkait penyebab kematian Maulana Aniul Yakin (19) ini, pihaknya tetap menyerahkan hasilnya kepada pihak kepolisian dan menunggu hasil autopsi. Jika memang nanti terbukti ada penganiayaan maka akan ditindak tegas dan menyerahkan kepada petugas.
"Kalau dilihat dari jasadnya memang ada bekas luka tapi luka itu karena apa kita belum tahu. Biarkan kepolisian yang mengusut tuntas kami akan proaktif," tandas Aris.
"Selama masa orientasi dilarang melakukan kontak fisik. Ada hukuman poin kesalahan bagi senior. Kalau poin-nya 80 akan kita skorsing dan jika mencapai 100 maka akan kita keluarkan," kata Aris Jamaan Aktivitas BP2IP Surabaya, di kantor BP2IP, Jalan Gunung Anyar, Surabaya, Senin (1/10/2012).
Ia mengaku, meski tidak ada kontak fisik namun tetap ada penggemblengan mental bagi taruna baru. Artinya, disiplin ketat tetap berlaku di kampus tersebut.
Ia menjelaskan, beberapa kegiatan semasa orientasi adalah taruna baru dibangunkan pada pukul 04.00 WIB. Seluruh peserta muslim harus salat berjamaah. Kemudian olahraga bersama.
"Ketatnya disiplin inilah banyak membuat para taruna baru yang stres. Bahkan ada pula yang sempat melarikan diri dari kampus," ujar Aris.
Pernah suatu ketika ada salah satu taruna yang melarikan diri dari kampus dan bersembunyi di bawah jembatan tol sekitar kampus BP2IP. Namun karena kelaparan akhirnya taruna tersebut kembali. Ada pula yang bersembunyi di gorong-gorong sekitar kampus.
"Meski demikian tidak ada kontak fisik antara junior dan senior," katanya.
Terkait penyebab kematian Maulana Aniul Yakin (19) ini, pihaknya tetap menyerahkan hasilnya kepada pihak kepolisian dan menunggu hasil autopsi. Jika memang nanti terbukti ada penganiayaan maka akan ditindak tegas dan menyerahkan kepada petugas.
"Kalau dilihat dari jasadnya memang ada bekas luka tapi luka itu karena apa kita belum tahu. Biarkan kepolisian yang mengusut tuntas kami akan proaktif," tandas Aris.
(azh)