5 menit mengudara, Bravo AS-202 langsung jatuh
Minggu, 30 September 2012 - 02:50 WIB
5 menit mengudara, Bravo AS-202 langsung jatuh
A
A
A
Sindonews.com - Pesawat Bravo AS-202 yang dikendalikan Marsma (Purn) Norman Lubis baru mengudara selama lima menit sebelum jatuh menghantam tanah di dekat lokasi pameran. Norman bersama Letkol (purn) Toni Hartono yang berada di dalam pesawat tersebut langsung meninggal dunia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Udjalwaprana Sigit mengatakna, pihaknya belum bisa memastikan penyebab insiden tersebut. Pasalnya, pesawat tersebut baru mengudara dan beberapa kali melakukan aksi akrobatik di udara.
"Itu pesawat baru lima menit di udara, baru satu atau dua kali melakukan aksi akrobatik. Kemudian, jatuh di lokasi yang tidak ada penonton," katanya saat dihubungi, Minggu (30/9/2012).
Sebelumnya, Danlanud Husen Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono mengatakan, untuk menyelidiki tragedi jatuhnya pesawat latih itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. "Kasus ini akan diselidiki oleh tim dari Mabes AU (Angkatan Udara) dan Fasi (Federasi Aerosport Indonesia)," ujarnya.
Menurutnya, kedua tim tersebut telah berangkat dari Jakarta menuju lokasi jatuhnya pesawat di kantor Persatuan Istri Angkatan Udara (PIA) Ardya Garini di lingkungan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).
Sementara itu Kepala Persatuan Olahraga Dirgantara Indonesia dari Rederasi Aerosport Indonesia (FASI) Jawa Barat Willy Natawidjaja menjelaskan jika Norman adalah seorang sesepuh pendiri Fasi Jabar. "Kalau Pak Toni itu instruktur dari Bandung Pilot Akademi," terangnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Udjalwaprana Sigit mengatakna, pihaknya belum bisa memastikan penyebab insiden tersebut. Pasalnya, pesawat tersebut baru mengudara dan beberapa kali melakukan aksi akrobatik di udara.
"Itu pesawat baru lima menit di udara, baru satu atau dua kali melakukan aksi akrobatik. Kemudian, jatuh di lokasi yang tidak ada penonton," katanya saat dihubungi, Minggu (30/9/2012).
Sebelumnya, Danlanud Husen Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono mengatakan, untuk menyelidiki tragedi jatuhnya pesawat latih itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. "Kasus ini akan diselidiki oleh tim dari Mabes AU (Angkatan Udara) dan Fasi (Federasi Aerosport Indonesia)," ujarnya.
Menurutnya, kedua tim tersebut telah berangkat dari Jakarta menuju lokasi jatuhnya pesawat di kantor Persatuan Istri Angkatan Udara (PIA) Ardya Garini di lingkungan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).
Sementara itu Kepala Persatuan Olahraga Dirgantara Indonesia dari Rederasi Aerosport Indonesia (FASI) Jawa Barat Willy Natawidjaja menjelaskan jika Norman adalah seorang sesepuh pendiri Fasi Jabar. "Kalau Pak Toni itu instruktur dari Bandung Pilot Akademi," terangnya.
(lil)