Arifin Paniogoro: Norman sosok yang baik & keren
Minggu, 30 September 2012 - 02:02 WIB
Arifin Paniogoro: Norman sosok yang baik & keren
A
A
A
Sindonews.com - Konglomerat Arifin Panigoro mengaku sangat kehilangan sosok Marsekal Pertama TNI AU (Purn) Norman Tigor Lubis (69), yang menjadi korban jatuhnya pesawat Bravo AS-202 saat melakukan aerobatik di Bandung Air Show (BAS), Sabtu 29 September 2012 lalu.
Bos Medco Group itu menyebut, Norman adalah sahabat lamanya sejak sama-sama bersekolah di SMP 2, dan SMA 2 Bandung. Persahabatan Arifin dengan Normal pun berlanjut hingga kuliah, dan sampai saat ini.
"Saya kehilangan sekali. Norman adalah dokter tapi suka terbang. Pilot itu hobinya sehari-hari. Orangnya baik, cakep, dan keren," katanya saat melayat di rumah duka Jalan Flores, Bandung, Jawa Barat Sabtu 29 September 2012 malam.
Arifin mengaku, mengetahui kabar kecelakaan yang dialami sahabatnya itu saat dirinya berada di Yogyakarta. Dia pun langsung bertolak menuju bandung bersama istri, dan adiknya Yani Panigoro yang juga Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung.
"Beliau itu dari dulu dikenal kasep pisan (ganteng), sampai sekarang juga masih kelihatan cakep kan. Teman-temannya di sekolah melihat Norman seperti bintang film, dan baik hati," kenangnya.
Menurutnya, dirinya dan Norman kerap kali menghabiskan masa mudanya bersama-sama di Bandung. Tidak hanya itu, pertemanan mereka pun tidak putus meski setelah lulus kuliah masing-masing menjalankan profesi yang berbeda.
"Pertemanan saya dengan beliau lebih dari 50 tahun. Semangat pertemanan almarhum sangat luar biasa," tandasnya.
Bos Medco Group itu menyebut, Norman adalah sahabat lamanya sejak sama-sama bersekolah di SMP 2, dan SMA 2 Bandung. Persahabatan Arifin dengan Normal pun berlanjut hingga kuliah, dan sampai saat ini.
"Saya kehilangan sekali. Norman adalah dokter tapi suka terbang. Pilot itu hobinya sehari-hari. Orangnya baik, cakep, dan keren," katanya saat melayat di rumah duka Jalan Flores, Bandung, Jawa Barat Sabtu 29 September 2012 malam.
Arifin mengaku, mengetahui kabar kecelakaan yang dialami sahabatnya itu saat dirinya berada di Yogyakarta. Dia pun langsung bertolak menuju bandung bersama istri, dan adiknya Yani Panigoro yang juga Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung.
"Beliau itu dari dulu dikenal kasep pisan (ganteng), sampai sekarang juga masih kelihatan cakep kan. Teman-temannya di sekolah melihat Norman seperti bintang film, dan baik hati," kenangnya.
Menurutnya, dirinya dan Norman kerap kali menghabiskan masa mudanya bersama-sama di Bandung. Tidak hanya itu, pertemanan mereka pun tidak putus meski setelah lulus kuliah masing-masing menjalankan profesi yang berbeda.
"Pertemanan saya dengan beliau lebih dari 50 tahun. Semangat pertemanan almarhum sangat luar biasa," tandasnya.
(lil)