Arifin Panigoro Melayat Marsma (Purn) Norman
Minggu, 30 September 2012 - 01:02 WIB
Arifin Panigoro Melayat Marsma (Purn) Norman
A
A
A
Sindonews.com - Korban jatuhnya pesawat jenis AS 202 Bravo/LM 2003 Marsekal Pertama TNI (Purn) NormanTigor Lubis (69), dikenal sebagai sosok yang memiliki banyak teman, dan berprestasi di bidang pendidikan kesehatan.
Sejumlah tokoh pejabat, dan pengusaha datang langsung untuk melayat Mayor Kesehatan itu di rumah duka Jalan Flores, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 29 September 2012 malam.
Konglomerat Arifin Panigoro, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITB Yani Panigoro, Rektor Unpad Ganjar Kurnia, Danlanud Husen Sastranegara Kolonel Pnb TNI AU Umar Sugeng ikut melepas kepergian Norman.
Norman sendiri merupakan dokter militer berpangkat Mayor Kesehatan. Pria kelahiran Banda Aceh 22 Oktober 1943 ini menjabat Kadukkes Dr. Mata RS Muhammad Salamun Lanud Hussein, Bandung. Kariernya di kedokteran dimulai 1963-1972, ketika kuliah di Fakultas Kedokteran Unpad. Almarhum juga mengambil Pascasarjana Program Pendidikan Dokter Spesialis pada 1978-1981.
Pendidikan Militernya di Sedampa (1972-1973), SekkAU (1985), Penerbangan Kelas III (1977) dan Sekkespra (1983). Sedangkan kariernya di TNI AU, almarhum pernah menjabat Kasibindiskes Lanuma Husein (1974), Kasi Bedah Umum RS Salamun (1977), Kepala Klinik Mata RS Salamun (1982), Kabag Med Sekrumkit RS Salamun (1985) dan Kadukkes RS Salamun.
Di luar TNI AU, Norman juga menjadi Lektor Luar biasa penyakit mata di FK Unpad, serta Lektor Luar biasa penyakit mata FK Maranatha. Semasa kariernya, Norman meraih sejumlah penghargaan di antaranya Satya Lancana, Satya Lancana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lancana Kesetiaan 18 tahun, Satya Lancana Seroja.
Sejumlah tokoh pejabat, dan pengusaha datang langsung untuk melayat Mayor Kesehatan itu di rumah duka Jalan Flores, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 29 September 2012 malam.
Konglomerat Arifin Panigoro, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITB Yani Panigoro, Rektor Unpad Ganjar Kurnia, Danlanud Husen Sastranegara Kolonel Pnb TNI AU Umar Sugeng ikut melepas kepergian Norman.
Norman sendiri merupakan dokter militer berpangkat Mayor Kesehatan. Pria kelahiran Banda Aceh 22 Oktober 1943 ini menjabat Kadukkes Dr. Mata RS Muhammad Salamun Lanud Hussein, Bandung. Kariernya di kedokteran dimulai 1963-1972, ketika kuliah di Fakultas Kedokteran Unpad. Almarhum juga mengambil Pascasarjana Program Pendidikan Dokter Spesialis pada 1978-1981.
Pendidikan Militernya di Sedampa (1972-1973), SekkAU (1985), Penerbangan Kelas III (1977) dan Sekkespra (1983). Sedangkan kariernya di TNI AU, almarhum pernah menjabat Kasibindiskes Lanuma Husein (1974), Kasi Bedah Umum RS Salamun (1977), Kepala Klinik Mata RS Salamun (1982), Kabag Med Sekrumkit RS Salamun (1985) dan Kadukkes RS Salamun.
Di luar TNI AU, Norman juga menjadi Lektor Luar biasa penyakit mata di FK Unpad, serta Lektor Luar biasa penyakit mata FK Maranatha. Semasa kariernya, Norman meraih sejumlah penghargaan di antaranya Satya Lancana, Satya Lancana Kesetiaan 8 tahun, Satya Lancana Kesetiaan 18 tahun, Satya Lancana Seroja.
(lil)