Pascakebakaran Pasar Krian, pedagang tolak relokasi
Jum'at, 28 September 2012 - 21:53 WIB
Pascakebakaran Pasar Krian, pedagang tolak relokasi
A
A
A
Sindonews.com - Komisi C DPRD Sidoarjo meminta segera dicarikan solusi pasca terbakarnya Pasar Krian. Pasalnya, ada rencana dari Dinas Pasar untuk merenovasi pasar dan memindahkan pedagang untuk sementara waktu ke lokasi lain.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo H M Yasluck Hasan, mengatakan pasca terbakarnya Pasar Krian, pertengahan Juli lalu pedagang memperbaiki kiosnya sendiri agar bisa untuk berjualan.
"Sekarang ada rencana dari Dinas Pasar untuk merenovasi pasar yang terbakar. Kendalanya pedagang akan dipindahkan kemana," ungkap Yasluck menjelaskan kepada waratwan, Jumat (28/9/2012).
Pedagang tidak mau jika dipindahkan ke Pasar Krian Baru (PKB). Tak lain karena di PKB kondisinya sepi pembeli dan pedagang minta tetap berjualan di Pasar Krian. Untuk itulah, perlu dicarikan solusi agar pedagang bisa tetap berjualan di Pasar Krian.
Gatot, salah satu pedagang Pasar Krian mengatakan, pihaknya memperbaiki atap kiosnya agar bisa ditempati berjualan. "Kalau pedagang dipindah ke PKB, jelas-jelas akan menolaknya. Biarkan kami tetap berjualan di Pasar Krian," pintanya.
Terkait rencana memindahkan pedagang ke lokasi lain untuk sementara waktu juga sudah diadukan ke Komisi C. Komisi yang membidangi pembangunan itu meminta agar masalah ini dibicarakan lagi dengan pedangang."Harus dicarikan solusi terbaik, agar pedagang tetap bisa berjualan," imbuh Yasluck.
Rencana Dinas Pasar memindahkan pedangang ke lokasi lain dengan dalih pasar akan direnovasi, dinilai Yasluck malah memperkeruh suasana. Pasalnya, saat pertemuan berlangsung di eks Kantor Kawedanan Krian ada Dinas Pasar, Komisi C, PU Cipta Karya, dan pihak kecamatan pedagang tidak diperbolehkan memasang atap secara permanen karena sewaktu-waktu dibongkar untuk perbaikan.
Jika Dinas Pasar akan merenovasi Pasar Krian yang terbakar, pedagang harus dicarikan lokasi yang cukup strategis untuk sementara waktu. Jika renovasi pasar sudah selesai, mereka bisa menempati, kios dan stannya lagi. Sebab, saat terbakar kondisi stan atau kios hanya atapnya saja yang rusak.
Akibat kebakaran yang melanda Pasar Krian, sebanyak 18 unit ruko, 15 unit kios, dan 75 rusak. Kini untuk kios dan ruko sudah banyak yang ditempati berjualan karena atapnya diperbaiki sendiri oleh pemiliknya.
Kepala Dinas Pasar, Putu Sayoga mengatakan pihaknya kan membicarakan masalah renovasi pasar dengan pedagang. Termasuk mencarikan solusi agar pedagang tetap bisa berjualan jika temoat mereka direnovasi.
"Semuanya akan dibicarakan dengan pedagang agar ada solusi terbaik. Pedagang keberatan jika dipindah ke PKB," tandasnya.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo H M Yasluck Hasan, mengatakan pasca terbakarnya Pasar Krian, pertengahan Juli lalu pedagang memperbaiki kiosnya sendiri agar bisa untuk berjualan.
"Sekarang ada rencana dari Dinas Pasar untuk merenovasi pasar yang terbakar. Kendalanya pedagang akan dipindahkan kemana," ungkap Yasluck menjelaskan kepada waratwan, Jumat (28/9/2012).
Pedagang tidak mau jika dipindahkan ke Pasar Krian Baru (PKB). Tak lain karena di PKB kondisinya sepi pembeli dan pedagang minta tetap berjualan di Pasar Krian. Untuk itulah, perlu dicarikan solusi agar pedagang bisa tetap berjualan di Pasar Krian.
Gatot, salah satu pedagang Pasar Krian mengatakan, pihaknya memperbaiki atap kiosnya agar bisa ditempati berjualan. "Kalau pedagang dipindah ke PKB, jelas-jelas akan menolaknya. Biarkan kami tetap berjualan di Pasar Krian," pintanya.
Terkait rencana memindahkan pedagang ke lokasi lain untuk sementara waktu juga sudah diadukan ke Komisi C. Komisi yang membidangi pembangunan itu meminta agar masalah ini dibicarakan lagi dengan pedangang."Harus dicarikan solusi terbaik, agar pedagang tetap bisa berjualan," imbuh Yasluck.
Rencana Dinas Pasar memindahkan pedangang ke lokasi lain dengan dalih pasar akan direnovasi, dinilai Yasluck malah memperkeruh suasana. Pasalnya, saat pertemuan berlangsung di eks Kantor Kawedanan Krian ada Dinas Pasar, Komisi C, PU Cipta Karya, dan pihak kecamatan pedagang tidak diperbolehkan memasang atap secara permanen karena sewaktu-waktu dibongkar untuk perbaikan.
Jika Dinas Pasar akan merenovasi Pasar Krian yang terbakar, pedagang harus dicarikan lokasi yang cukup strategis untuk sementara waktu. Jika renovasi pasar sudah selesai, mereka bisa menempati, kios dan stannya lagi. Sebab, saat terbakar kondisi stan atau kios hanya atapnya saja yang rusak.
Akibat kebakaran yang melanda Pasar Krian, sebanyak 18 unit ruko, 15 unit kios, dan 75 rusak. Kini untuk kios dan ruko sudah banyak yang ditempati berjualan karena atapnya diperbaiki sendiri oleh pemiliknya.
Kepala Dinas Pasar, Putu Sayoga mengatakan pihaknya kan membicarakan masalah renovasi pasar dengan pedagang. Termasuk mencarikan solusi agar pedagang tetap bisa berjualan jika temoat mereka direnovasi.
"Semuanya akan dibicarakan dengan pedagang agar ada solusi terbaik. Pedagang keberatan jika dipindah ke PKB," tandasnya.
(azh)