Jembatan penyeberangan Pemkot Jaktim akan dijaga
Sabtu, 29 September 2012 - 01:05 WIB
Jembatan penyeberangan Pemkot Jaktim akan dijaga
A
A
A
Sindonews.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur akan melakukan penjagaan terhadap jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada di halte depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur. Karena jembatan itu sering digunakan para pengguna sepeda motor untuk menyebrang.
Kasatpol PP Jaktim Syahdonan menjelaskan, tidak akan tinggal diam menyikapi masalah tersebut. Bila memang jalur tersebut masih tetap dilintasi sepeda motor, maka akan diupayakan dengan menempatkan petugas Satpol PP pada lokasi tersebut, khususnya pada jam pergi dan pulang kantor.
"Kami akan tempatkan petugas yang akan bertindak tegas untuk mensterilkan jembatan dari pengendara motor," ujarnya di Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Lebih lanjut, Syahdonan menjelaskan, harus ada tindakan tegas untuk mencegah pengendara motor melintas di JPO. Karena hal tersebut sangatlah membahayakan pejalan kaki. "Kalau tidak, maka dapat membahayakan pejalan kaki," tukasnya.
Seperti diketahui, JPO yang terletak di depan Kantor Walikota Jakarta Timur kerap digunakan para pengendara motor untuk memutar balik. Hal tersebut menimbulkan keresahan bagi pejalan kaki yang merasa terganggu dan membahayakan.
Kasatpol PP Jaktim Syahdonan menjelaskan, tidak akan tinggal diam menyikapi masalah tersebut. Bila memang jalur tersebut masih tetap dilintasi sepeda motor, maka akan diupayakan dengan menempatkan petugas Satpol PP pada lokasi tersebut, khususnya pada jam pergi dan pulang kantor.
"Kami akan tempatkan petugas yang akan bertindak tegas untuk mensterilkan jembatan dari pengendara motor," ujarnya di Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Lebih lanjut, Syahdonan menjelaskan, harus ada tindakan tegas untuk mencegah pengendara motor melintas di JPO. Karena hal tersebut sangatlah membahayakan pejalan kaki. "Kalau tidak, maka dapat membahayakan pejalan kaki," tukasnya.
Seperti diketahui, JPO yang terletak di depan Kantor Walikota Jakarta Timur kerap digunakan para pengendara motor untuk memutar balik. Hal tersebut menimbulkan keresahan bagi pejalan kaki yang merasa terganggu dan membahayakan.
(san)