Pelajar jengkel lihat pemimpin korupsi
Jum'at, 28 September 2012 - 15:28 WIB
Pelajar jengkel lihat pemimpin korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Banyak faktor yang mempengaruhi prilaku para pelajar sehingga mereka tidak takut melakukan aksi tawuran, selain faktor sosial yang semakin tidak menentu. Ternyata pelajar juga merasa muak dengan prilaku pemimpin korupsi.
"Mereka jengkel dan marah melihat para pemimpin negara ini banyak yang melanggar aturan, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan," ujar Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari melalui pesan singkatnya, Jumat (28/9/2012).
Merosotnya etika sosial para pelajar, lanjutnya, akibat lunturnya pendidikan karakter dalam sistem pendidikan. Pasalnya, pendidikan karakter bisa menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan memperkuat etika.
Sementara pemerintah dan polisi tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk mengatasi kemerosotan karakter bangsa.
Ketua DPP Partai Golkar ini menyesali sikap, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, dan media massa yang justru mewaspadai rohani Islam (Rohis) di Sekolah-sekolah.
"Rohis yang jelas sangat baik dan mulia justru dipojokkan. Padahal Rohis-Rohis di SMU atau SMK itu adalah pusat-pusat kebaikan atau center of excellence," tandasnya.
"Mereka jengkel dan marah melihat para pemimpin negara ini banyak yang melanggar aturan, seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan," ujar Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari melalui pesan singkatnya, Jumat (28/9/2012).
Merosotnya etika sosial para pelajar, lanjutnya, akibat lunturnya pendidikan karakter dalam sistem pendidikan. Pasalnya, pendidikan karakter bisa menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan memperkuat etika.
Sementara pemerintah dan polisi tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk mengatasi kemerosotan karakter bangsa.
Ketua DPP Partai Golkar ini menyesali sikap, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, dan media massa yang justru mewaspadai rohani Islam (Rohis) di Sekolah-sekolah.
"Rohis yang jelas sangat baik dan mulia justru dipojokkan. Padahal Rohis-Rohis di SMU atau SMK itu adalah pusat-pusat kebaikan atau center of excellence," tandasnya.
(mhd)