DPR: Polisi harus sigap cegah tawuran
Jum'at, 28 September 2012 - 10:25 WIB
DPR: Polisi harus sigap cegah tawuran
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya aksi tawuran pelajar belakangan ini membuat prihatin anggota DPR. Untuk itu, DPR meminta kepolisian semakin meningkatkan pengawasan untuk meredam aksi pelajar.
Ketua Komisi X DPR RI, Agus Hermanto mengatakan polisi harus bisa mengawasi dan mengantisipasi terjadinya tawuran pelajar.
"Aparat kepolisian harus selalu sigap, dari menit ke menit harus diawasi, kalau di curigai harus segera diperiksa," ujar Agus saat dihubungi wartawan, Jumat (28/9/2012).
Diakui Agus, bahwa melakukan pencegahan tawuran pelajar lebih penting ketimbang menindak para pelaku.
"Lebih baik melakukan Pencegahan dari pada kita harus mengusut," ujar polisi Demokrat ini.
Mengenai pelajar yang terlibat tawuran, menurut Agus perlu ditindaklanjuti kepolisian. Karena, tindakan mereka sudah masuk ranah kriminal. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.
"Tindakan hukum harus jalan supaya ada efek jera bagi adik kelasnya," pungkas Agus.
Dalam sepekan ini sudah dua kejadian tawuran yang terjadi, dan memakan korban jiwa. Pertama hari Senin 24 September 2012 lalu di Bulungan, Jakarta Selatan, yang melibatkan SMA 6 versus SMA 70 satu orang meninggal.
Kemudian, tawuran kembali pecah di Manggarai, antara SMA Yayasan Karya 66 versus SMK Kartika Zeni, dalam tawuran satu orang pelajar juga meninggal dunia
Ketua Komisi X DPR RI, Agus Hermanto mengatakan polisi harus bisa mengawasi dan mengantisipasi terjadinya tawuran pelajar.
"Aparat kepolisian harus selalu sigap, dari menit ke menit harus diawasi, kalau di curigai harus segera diperiksa," ujar Agus saat dihubungi wartawan, Jumat (28/9/2012).
Diakui Agus, bahwa melakukan pencegahan tawuran pelajar lebih penting ketimbang menindak para pelaku.
"Lebih baik melakukan Pencegahan dari pada kita harus mengusut," ujar polisi Demokrat ini.
Mengenai pelajar yang terlibat tawuran, menurut Agus perlu ditindaklanjuti kepolisian. Karena, tindakan mereka sudah masuk ranah kriminal. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.
"Tindakan hukum harus jalan supaya ada efek jera bagi adik kelasnya," pungkas Agus.
Dalam sepekan ini sudah dua kejadian tawuran yang terjadi, dan memakan korban jiwa. Pertama hari Senin 24 September 2012 lalu di Bulungan, Jakarta Selatan, yang melibatkan SMA 6 versus SMA 70 satu orang meninggal.
Kemudian, tawuran kembali pecah di Manggarai, antara SMA Yayasan Karya 66 versus SMK Kartika Zeni, dalam tawuran satu orang pelajar juga meninggal dunia
(ysw)