FR cerita dengan adiknya membunuh Alawy
Kamis, 27 September 2012 - 20:45 WIB
FR cerita dengan adiknya membunuh Alawy
A
A
A
Sindonews.com - Pelajar SMAN 70 Jakarta FR alias Doyok mengaku, menceritakan kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap pelajar SMAN 6 Alawy Yusianto Putra (15), kepada adiknya di rumah. Setelah melakukan aksinya itu, FR juga mengaku hanya berdiam diri di dalam rumah.
Hal itu dikatakan FR kepada kuasa hukumnya Nazarudin Lubis. Dia mengatakan, kliennya sangat menyesal dengan peristiwa berdarah tersebut. Lebih jauh, dia membantah jika dikatakan kabur setelah insiden itu.
"Dia ada di rumah, di kawasan Bintaro selama dua hari, dan orangtuanya tidak mengetahui kejadian itu," ujar Nazarudin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/9/2012).
Ditambahkan dia, saat berada di rumah, FR sempat menceritakan apa yang sudah dilakukannya kepada sang adik. Saat itu, dia mengaku baru saja membunuh Alawy. Setelah berdiam dua hari di rumah, pada Rabu 19 September 2012 pagi, dia baru berangkat ke Yogyakarta.
FR adalah anak kelima dari enam bersaudara. Ayah yang berinisial RD, seorang pengusaha furniture, bukan seorang anggota DPRD seperti yang ramai diberitakan selama ini. Dia juga mengaku, tidak merencanakan aksi pembunuhan itu. "Tidak ada rencana, dia melakukan itu secara spontan," terangnya.
Dia melanjutkan, usai menjalani aksinya itu, perasaannya menjadi tidak tenang. Karena alasan itulah dia memutuskan untuk melarikan diri ke Yogyakarta, dimana ada saudaranya tinggal di sana.
Aksi pembunuhan itu, tambah Nazarudin, merupakan aksi balas dendam. Karena pada Jumat 21 September 2012 temannya dari SMAN 70 dipukul kepalanya oleh siswa SMAN 6 Jakarta. "Jadi sebagai aksi solidaritas, tapi dia tidak mengetahui akhirnya terjadi seperti ini," tegasnya.
Hal itu dikatakan FR kepada kuasa hukumnya Nazarudin Lubis. Dia mengatakan, kliennya sangat menyesal dengan peristiwa berdarah tersebut. Lebih jauh, dia membantah jika dikatakan kabur setelah insiden itu.
"Dia ada di rumah, di kawasan Bintaro selama dua hari, dan orangtuanya tidak mengetahui kejadian itu," ujar Nazarudin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/9/2012).
Ditambahkan dia, saat berada di rumah, FR sempat menceritakan apa yang sudah dilakukannya kepada sang adik. Saat itu, dia mengaku baru saja membunuh Alawy. Setelah berdiam dua hari di rumah, pada Rabu 19 September 2012 pagi, dia baru berangkat ke Yogyakarta.
FR adalah anak kelima dari enam bersaudara. Ayah yang berinisial RD, seorang pengusaha furniture, bukan seorang anggota DPRD seperti yang ramai diberitakan selama ini. Dia juga mengaku, tidak merencanakan aksi pembunuhan itu. "Tidak ada rencana, dia melakukan itu secara spontan," terangnya.
Dia melanjutkan, usai menjalani aksinya itu, perasaannya menjadi tidak tenang. Karena alasan itulah dia memutuskan untuk melarikan diri ke Yogyakarta, dimana ada saudaranya tinggal di sana.
Aksi pembunuhan itu, tambah Nazarudin, merupakan aksi balas dendam. Karena pada Jumat 21 September 2012 temannya dari SMAN 70 dipukul kepalanya oleh siswa SMAN 6 Jakarta. "Jadi sebagai aksi solidaritas, tapi dia tidak mengetahui akhirnya terjadi seperti ini," tegasnya.
(san)