Alumni palak siswa, digelandang ke Polsek
Kamis, 27 September 2012 - 18:49 WIB
Alumni palak siswa, digelandang ke Polsek
A
A
A
Sindonews.com - Alumnus di SMP Yayasan Darul Arqom, AP (15) ditangkap guru sekolah tersebut karena memalak. Bersenjatakan arit, AP menodong setiap siswa yang akan masuk gerbang sekolah.
Aksi warga Jalan Cipinang Pulo Maja, Cipinang Besar Utara terlihat oleh salah seorang guru dan langsung menyergapnya. Pemuda yang diketahui memiliki lima anak buah ini mengaku berani melakukan aksi tersebut lantaran pernah bersekolah di Darul Arqom.
Selain itu, aksi nekat alumnus Darul Arqom ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhannya jajannya sehari-hari.
"Saya malak buat bareng-bareng juga hasilnya. Biasanya untuk jajan sama teman" ungkap AP, saat diperiksa di Polsek Jatinegara, Kamis (27/9/2012).
Dari tangan pelaku, polisi menyita senjata tajam jenis arit serta uang Rp14.000 hasil memalak. Ia mengaku tidak setiap hari memalak di sekolah tersebut. "Hanya sekali-kali, tidak sering," tegasnya.
Belakangan diketahui kalau AP memiliki lima anak buah yang dikerahkannya jika ia merasa terdesak.
Kapolsek Jatinegara Kompol Suminto mengungkapkan kalau saat ini pelaku masih dimintai keterangan. "Kita masih kembangkan apakah ada pihak lain yang menyuruhnya untuk melakukan pemerasan atau memang keinginan sendiri," jelas Suminto.
Lebih lanjut Suminto menjelaskan akan memanggil kedua orangtua pelaku untuk meminta keterangan. "Kita akan panggil orangtuanya, karena pelaku masih di bawah umur," tandasnya.
Aksi warga Jalan Cipinang Pulo Maja, Cipinang Besar Utara terlihat oleh salah seorang guru dan langsung menyergapnya. Pemuda yang diketahui memiliki lima anak buah ini mengaku berani melakukan aksi tersebut lantaran pernah bersekolah di Darul Arqom.
Selain itu, aksi nekat alumnus Darul Arqom ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhannya jajannya sehari-hari.
"Saya malak buat bareng-bareng juga hasilnya. Biasanya untuk jajan sama teman" ungkap AP, saat diperiksa di Polsek Jatinegara, Kamis (27/9/2012).
Dari tangan pelaku, polisi menyita senjata tajam jenis arit serta uang Rp14.000 hasil memalak. Ia mengaku tidak setiap hari memalak di sekolah tersebut. "Hanya sekali-kali, tidak sering," tegasnya.
Belakangan diketahui kalau AP memiliki lima anak buah yang dikerahkannya jika ia merasa terdesak.
Kapolsek Jatinegara Kompol Suminto mengungkapkan kalau saat ini pelaku masih dimintai keterangan. "Kita masih kembangkan apakah ada pihak lain yang menyuruhnya untuk melakukan pemerasan atau memang keinginan sendiri," jelas Suminto.
Lebih lanjut Suminto menjelaskan akan memanggil kedua orangtua pelaku untuk meminta keterangan. "Kita akan panggil orangtuanya, karena pelaku masih di bawah umur," tandasnya.
(ysw)