Pelajaran budi pekerti harus diperkuat
Kamis, 27 September 2012 - 11:51 WIB
Pelajaran budi pekerti harus diperkuat
A
A
A
Sindonews.com - Mata pelajaran akhlak di semua sekolah perlu ditingkatkan. Mata pelajaran ini bertujuan meminimalisir tawuran pelajaran yang belakangan ini marak.
"Perlu dibuat kurikulum seperti budi pekerti, dan harus ada pengawalan ketat baik dari orangtua, atau pihak sekolah," ujar Sekretaris Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2012).
Para siswa sudah mulai melupakan nilai-nilai Pancasila yang menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam bernegara. Oleh sebab itu, dia meminta, agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memasukkan pelajaran akhlak dan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan.
"Selama ini pelajaran budi pekerti hampir hilang, Pancasila hampir hilang, seharusnya menjadi kehidupan pokok (pelajaran-pelajaran itu)," ujar Saleh.
Angggota Komisi V itu menyayangkan tawuran yang terjadi antar pelajar. Karena, pelajar merupakan penerus bangsa Indonesia.
Sebagaimana diketahui, dalam sepekan ini sudah dua kejadian tawuran yang terjadi, dan di setiap aksi tersebut memakan korban jiwa. Pertama hari Senin 24 September 2012 lalu di Bulungan, Jakarta Selatan, yang melibatkan SMA 6 versus SMA 70 satu orang meninggal.
Kemudian, tawuran kembali pecah di Manggarai, antara SMA Yayasan Karya 66 versus SMK Kartika Zeni, dalam tawuran satu orang pelajar juga meninggal dunia.
"Perlu dibuat kurikulum seperti budi pekerti, dan harus ada pengawalan ketat baik dari orangtua, atau pihak sekolah," ujar Sekretaris Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2012).
Para siswa sudah mulai melupakan nilai-nilai Pancasila yang menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam bernegara. Oleh sebab itu, dia meminta, agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memasukkan pelajaran akhlak dan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan.
"Selama ini pelajaran budi pekerti hampir hilang, Pancasila hampir hilang, seharusnya menjadi kehidupan pokok (pelajaran-pelajaran itu)," ujar Saleh.
Angggota Komisi V itu menyayangkan tawuran yang terjadi antar pelajar. Karena, pelajar merupakan penerus bangsa Indonesia.
Sebagaimana diketahui, dalam sepekan ini sudah dua kejadian tawuran yang terjadi, dan di setiap aksi tersebut memakan korban jiwa. Pertama hari Senin 24 September 2012 lalu di Bulungan, Jakarta Selatan, yang melibatkan SMA 6 versus SMA 70 satu orang meninggal.
Kemudian, tawuran kembali pecah di Manggarai, antara SMA Yayasan Karya 66 versus SMK Kartika Zeni, dalam tawuran satu orang pelajar juga meninggal dunia.
(mhd)