Pelajar tawuran harus dihukum
Kamis, 27 September 2012 - 10:58 WIB
Pelajar tawuran harus dihukum
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya kasus tawuran pelajar disinyalir karena para pelaku tidak diberi hukuman sehingga kasus ini terus terulang. Selain itu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta harus merevisi sistim penerimaan siswa baru.
Ketua fraksi partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mendesak aparat kepolisian selain menangkap para pelaku, pelajar yang terlibat tawuran harus dihukum supaya ada efek jera.
"Pelaku harus dihukum sehingga memberikan efek jera baik bagi siswa maupun orang tuanya," ujar Nurhayati saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Anggota komisi I ini menuturkan bahwa orang tua harus menjaga dan menyelamatkan anak-anaknya dari kejahatan apapun.
Pemerintah daerah DKI Jakarta melalui Disdik harus membuat peraturan jelas mengenai sistem penerimaan siswa supaya tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
"Ajang gagah-gagahan sampai mencari jati diri untuk menarik perhatian orang tua maupun guru maupun teman menjadi juga penyebab utama terjadinya tawuran," kata dia.
Dalam sepekan ini sudah dua kejadian tawuran yang terjadi, dan di setiap aksi tersebut memakan korban jiwa. Pertama hari Senin 24 September 2012 lalu di Bulungan, Jakarta Selatan, yang melibatkan SMA 6 versus SMA 70 satu orang meninggal.
Kemudian, tawuran kembali pecah di Manggarai, antara SMA Yayasan Karya 66 versus SMK Kartika Zeni, dalam tawuran satu orang pelajar juga meninggal dunia
Ketua fraksi partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mendesak aparat kepolisian selain menangkap para pelaku, pelajar yang terlibat tawuran harus dihukum supaya ada efek jera.
"Pelaku harus dihukum sehingga memberikan efek jera baik bagi siswa maupun orang tuanya," ujar Nurhayati saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Anggota komisi I ini menuturkan bahwa orang tua harus menjaga dan menyelamatkan anak-anaknya dari kejahatan apapun.
Pemerintah daerah DKI Jakarta melalui Disdik harus membuat peraturan jelas mengenai sistem penerimaan siswa supaya tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
"Ajang gagah-gagahan sampai mencari jati diri untuk menarik perhatian orang tua maupun guru maupun teman menjadi juga penyebab utama terjadinya tawuran," kata dia.
Dalam sepekan ini sudah dua kejadian tawuran yang terjadi, dan di setiap aksi tersebut memakan korban jiwa. Pertama hari Senin 24 September 2012 lalu di Bulungan, Jakarta Selatan, yang melibatkan SMA 6 versus SMA 70 satu orang meninggal.
Kemudian, tawuran kembali pecah di Manggarai, antara SMA Yayasan Karya 66 versus SMK Kartika Zeni, dalam tawuran satu orang pelajar juga meninggal dunia
(ysw)