Keluarga & Sekolah harus beri perhatian lebih
Kamis, 27 September 2012 - 09:21 WIB
Keluarga & Sekolah harus beri perhatian lebih
A
A
A
Sindonews.com - Keluarga dan sekolah harus memberikan perhatian lebih kepada para siswa, agar tidak lagi terlibat dengan aksi tawuran antarsekolah. Sikap pragmatis yang semakin berkembang di tengah masyarakat, dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya aksi tawuran di Jakarta.
"Mereka yang terlibat dalam tawuran biasanya di keluarga tidak mendapatkan kebahagiaan, di sekolah juga tidak ada pendidikan budi pekerti luhur," kata Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media massa sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku para pelajar. Apalagi, saat ini masyarakat di Jakarta sudah sangat acuh dan lebih berorientasi pada masyarakat yang materialistis.
Lebih lanjut, dia juga menyebutkan jika media massa yang saat ini tidak lagi menjadi media pembelajaran bagi para pelajar. "Media yang saat ini tidak mendidik, bahkan cenderung liberal. Karena tidak ada filter juga harus menjadi perhatian," ujarnya.
Untuk itu, dia meminta agar pemerintah melakukan sensor kepada media yang menampilkan sex dan kekerasan. Media menurutnya, harus berorientasi pada pendidikan yang lebih substantif.
"Mereka yang terlibat dalam tawuran biasanya di keluarga tidak mendapatkan kebahagiaan, di sekolah juga tidak ada pendidikan budi pekerti luhur," kata Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media massa sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku para pelajar. Apalagi, saat ini masyarakat di Jakarta sudah sangat acuh dan lebih berorientasi pada masyarakat yang materialistis.
Lebih lanjut, dia juga menyebutkan jika media massa yang saat ini tidak lagi menjadi media pembelajaran bagi para pelajar. "Media yang saat ini tidak mendidik, bahkan cenderung liberal. Karena tidak ada filter juga harus menjadi perhatian," ujarnya.
Untuk itu, dia meminta agar pemerintah melakukan sensor kepada media yang menampilkan sex dan kekerasan. Media menurutnya, harus berorientasi pada pendidikan yang lebih substantif.
(lil)