Calhaj Toraja siap diberangkatkan
Rabu, 26 September 2012 - 18:33 WIB
Calhaj Toraja siap diberangkatkan
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 36 calon jemaah haji (calhaj) asal kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara akan diberangkatkan menuju asrama haji di Makassar. Rencananya, para calhaj itu akan dilepas oleh bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung di ruang pola kantor Bupati Tana Toraja.
“36 calhaj yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini terdiri dari 35 calhaj asal Tana Toraja dan Toraja Utara dan satu calhaj asal Sidrap yang dimutasi bergabung dengan calhaj asal Toraja. Jemaah haji paling tua berumur 80 tahun dan paling muda berumur 20 tahun,” ujar Sekretaris Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Tana Toraja, Albert Salino Rabu (26/9/2012).
Dia mengatakan calhaj asal Toraja dijadwalkan masuk asrama haji di Makassar pada, Jumat(28/9) dan akan berangkat menuju tanah suci melalui embarkasi Makassar pada Sabtu 29 September. Calhaj asal Toraja bergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 bersama calhaj asal Makassar. Selama menunaikan ibadah suci, calhaj Toraja akan didampingi tiga orang tim medis dan tiga orang tim keamanan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tana Toraja memberikan fasilitas bus yang akan mengantar calhaj ke Toraja menuju asrama haji di Makassar dan menjemput jemaah haji sepulang menunaikan ibadah haji.Sementara tim medis dan keamanan yang mendampingi calhaj juga akan diberikan uang saku.
“Pemkab Tana Toraja menyediakan fasilitas bus yang akan mengantar dan menjemput ke dan dari asrama haji Makassar,” katanya.
Albert mengatakan jumlah calhaj yang masuk dalam daftar tunggu di kabupaten Tana Toraja sebanyak 330 orang. Jika kuota jemaah haji untuk kabupaten Tana Toraja hanya 36 orang setiap tahun, maka daftar tunggu calhaj diperkirakan akan habis pada tahun 2022 mendatang. Jatah calhaj itu berdasarkan jumlah umat muslim yang berdomisili di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Masih bergabungnya calhaj Tana Toraja dan Toraja Utara disebabkan Toraja Utara sebagai kabupaten pemakaran Tana Toraja belum memiliki kantor kementrian agama sendiri dan masih dibawah naungan kantor kementrian agama kabupaten Tana Toraja.
“Kami sudah mengusulkan agar Toraja Utara segera memiliki kantor Kementrian Agama sendiri. Mudah-mudahan usulan itu bisa teralisasi dalam waktu dekat ini,” katanya.
“36 calhaj yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini terdiri dari 35 calhaj asal Tana Toraja dan Toraja Utara dan satu calhaj asal Sidrap yang dimutasi bergabung dengan calhaj asal Toraja. Jemaah haji paling tua berumur 80 tahun dan paling muda berumur 20 tahun,” ujar Sekretaris Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Tana Toraja, Albert Salino Rabu (26/9/2012).
Dia mengatakan calhaj asal Toraja dijadwalkan masuk asrama haji di Makassar pada, Jumat(28/9) dan akan berangkat menuju tanah suci melalui embarkasi Makassar pada Sabtu 29 September. Calhaj asal Toraja bergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13 bersama calhaj asal Makassar. Selama menunaikan ibadah suci, calhaj Toraja akan didampingi tiga orang tim medis dan tiga orang tim keamanan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tana Toraja memberikan fasilitas bus yang akan mengantar calhaj ke Toraja menuju asrama haji di Makassar dan menjemput jemaah haji sepulang menunaikan ibadah haji.Sementara tim medis dan keamanan yang mendampingi calhaj juga akan diberikan uang saku.
“Pemkab Tana Toraja menyediakan fasilitas bus yang akan mengantar dan menjemput ke dan dari asrama haji Makassar,” katanya.
Albert mengatakan jumlah calhaj yang masuk dalam daftar tunggu di kabupaten Tana Toraja sebanyak 330 orang. Jika kuota jemaah haji untuk kabupaten Tana Toraja hanya 36 orang setiap tahun, maka daftar tunggu calhaj diperkirakan akan habis pada tahun 2022 mendatang. Jatah calhaj itu berdasarkan jumlah umat muslim yang berdomisili di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Masih bergabungnya calhaj Tana Toraja dan Toraja Utara disebabkan Toraja Utara sebagai kabupaten pemakaran Tana Toraja belum memiliki kantor kementrian agama sendiri dan masih dibawah naungan kantor kementrian agama kabupaten Tana Toraja.
“Kami sudah mengusulkan agar Toraja Utara segera memiliki kantor Kementrian Agama sendiri. Mudah-mudahan usulan itu bisa teralisasi dalam waktu dekat ini,” katanya.
(azh)