Cegah tawuran, polisi harus bubarkan kerumunan pelajar
Rabu, 26 September 2012 - 10:12 WIB
Cegah tawuran, polisi harus bubarkan kerumunan pelajar
A
A
A
Sindonews.com - Aparat keamanan diminta untuk segera membubarkan setiap kerumunan pelajar yang ada di tempat umum untuk mengantisipasi aksi tawuran antarpelajar yang kembali marak belakangan ini.
Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustofa mengatakan, selama ini kebiasaan berkumpul di tempat umum menjadi salah satu pemicu aksi tawuran antarsekolah. Pasalnya, pada saat berkerumun biasanya para pelajar menjadi lebih berani, dan sensitif.
"Seperti tawuran yang terjadi antara siswa SMA 70 dengan SMA 6. Aksi tawuran itu dilakukan para siswa yang berkerumun, hingga mengakibatkan korban jiwa. Padahal, jika tidak berkerumun, dan siswa langsung pulang, maka tawuran itu tidak mungkin terjadi," katanya kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Rabu (26/9/2012).
Dia mengungkapkan, tawuran antara siswa SMA 70 dan SMA 6 Jakarta juga disebabkan oleh tidak adanya kebijakan yang ketat dari pihak sekolah terkait aksi tawuran. "Harusnya ada surat pernyataan yang isinya mereka siap dikeluarkan dari sekolah jika terlibat tawuran, surat itu juga kemudian ditandatangani siswa dan orang tuanya," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, harus ada pihak lain yang ikut bertanggungjawab atas meninggalnya siswa SMA 6. Pasalnya, FR yang saat ini diperiksa pihak kepolisian tidak melakukan aksinya sendiri.
Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustofa mengatakan, selama ini kebiasaan berkumpul di tempat umum menjadi salah satu pemicu aksi tawuran antarsekolah. Pasalnya, pada saat berkerumun biasanya para pelajar menjadi lebih berani, dan sensitif.
"Seperti tawuran yang terjadi antara siswa SMA 70 dengan SMA 6. Aksi tawuran itu dilakukan para siswa yang berkerumun, hingga mengakibatkan korban jiwa. Padahal, jika tidak berkerumun, dan siswa langsung pulang, maka tawuran itu tidak mungkin terjadi," katanya kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Rabu (26/9/2012).
Dia mengungkapkan, tawuran antara siswa SMA 70 dan SMA 6 Jakarta juga disebabkan oleh tidak adanya kebijakan yang ketat dari pihak sekolah terkait aksi tawuran. "Harusnya ada surat pernyataan yang isinya mereka siap dikeluarkan dari sekolah jika terlibat tawuran, surat itu juga kemudian ditandatangani siswa dan orang tuanya," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, harus ada pihak lain yang ikut bertanggungjawab atas meninggalnya siswa SMA 6. Pasalnya, FR yang saat ini diperiksa pihak kepolisian tidak melakukan aksinya sendiri.
(lil)