Jateng belum perlu hujan buatan
Senin, 24 September 2012 - 21:36 WIB
Jateng belum perlu hujan buatan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menolak tawaran hujan buatan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu persediaan air di musim kemarau. Pemprov beralasan, persediaan air di waduk besar masih mencukupi.
“Tidak ada usulan itu, karena ini bukan kemarau yang panjang. Ketersediaan air di waduk besar masih cukup, tidak mengkhawatirkan sekali, jadi saya kira belum perlu,” ujar Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng Prasetyo Budie Yuwono,
disela-sela mengikuti paparan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (24/9/2012).
Pihaknya sebenarnya sudah ditantang oleh Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Jateng, Aris Budiono, terkait hujan buatan itu.
Ia menyatakan, bisa saja tawaran itu diterima, namun tidak terlalu berdampak besar karena tak lama lagi turun hujan. Apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.
“Keterangan dari BMKG, 52 persen daerah di Jateng ini sudah hujan pada 1 Oktober mendatang,” ucapnya.
Daerah yang sudah turun hujan pada awal Oktober meliputi wilayah barat dan selatan Jateng sampai ke Kebumen. Kemudian hujan akan merembet turun ke arah timur di Kabupaten Karanganyar.
“Kalau Wonogiri dan Pati, hujan turun sekitar November,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Jateng Aris Budiono saat ditanya mengenai apakah mendesak hujan buatan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas PSDA.
“Tidak ada usulan itu, karena ini bukan kemarau yang panjang. Ketersediaan air di waduk besar masih cukup, tidak mengkhawatirkan sekali, jadi saya kira belum perlu,” ujar Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng Prasetyo Budie Yuwono,
disela-sela mengikuti paparan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (24/9/2012).
Pihaknya sebenarnya sudah ditantang oleh Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Jateng, Aris Budiono, terkait hujan buatan itu.
Ia menyatakan, bisa saja tawaran itu diterima, namun tidak terlalu berdampak besar karena tak lama lagi turun hujan. Apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.
“Keterangan dari BMKG, 52 persen daerah di Jateng ini sudah hujan pada 1 Oktober mendatang,” ucapnya.
Daerah yang sudah turun hujan pada awal Oktober meliputi wilayah barat dan selatan Jateng sampai ke Kebumen. Kemudian hujan akan merembet turun ke arah timur di Kabupaten Karanganyar.
“Kalau Wonogiri dan Pati, hujan turun sekitar November,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Jateng Aris Budiono saat ditanya mengenai apakah mendesak hujan buatan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas PSDA.
(ysw)