Warga sudah prediksi penangkapan Anggri
Senin, 24 September 2012 - 17:12 WIB
Warga sudah prediksi penangkapan Anggri
A
A
A
Sindonews.com - Warga Kampung Batikan, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah (Jateng) ternyata telah memprediksi Anggri Pamungkas (19), bakal diringkus Tim Densus 88. Hal itu berdasarkan fakta satu persatu anggota kelompok Anggri diringkus aparat.
“Orang kampung yakin, setelah ini pasti Anggri. Karena Fajar (Fajar Novianto) juga tertangkap Sabtu. Yang di belakang Solo Square (Kampung Griyan) soalnya juga ditangkap. Anggri pernah bersama mereka, Jumat malam biasanya sweeping,” kata Yopie Abarua, ketua RT 01/RW III Kampung Batikan, Senin (24/9/2012).
Untuk diketahui, Mabes Polri merilis nama-nama terduga teroris yang ditangkap di Solo, Sabtu dan Minggu, 22-23 September 2012. Pada Sabtu, Densus membekuk delapan orang dalam poros Solo-Depok Jakarta yakni Baderi Hartono (45), Rudi Kurnia Putra (45), Chomadi (43), Indra Fitriyanto Dwi Nugroho (30), Nopem (46), Fajar Novianto (18), Barkah Nawa Saputra (24) dan Triyatno (29). Mereka ditangkap di beberapa tempat di Solo dan Sukoharjo. Pada Minggu, Joko Tripriyanto (40), ditangkap di Solo dan Anggri Pamungkas (19), di Kalimantan Barat.
Yopie mengatakan, Anggri terhitung sudah ke Kalimantan sejak sepekan terakhir. Orangtua pemuda kelahiran Solo 16 Januari 1994 itu kepada dirinya mengatakan Anggri ke Kalimantan untuk bekerja. Namun, orangtua Anggri tak menyebut alamat maupun jenis pekerjaan lulusan SMK jurusan teknik komputer jaringan itu. Yopie mengatakan, perangai pemuda itu sejak setahun terakhir berubah drastis. Anggri tak lagi mau bergaul dengan tetangga sekitar setelah masuk organisasi garis keras.
“Saat dia SMP masih mau bergaul dengan anak-anak kampung. Tapi setelah menginjak SMA kelas tiga hingga lulus, dia berubah total. Perangainya berbeda usai direkrut. Setiap Jumat malam pergi dengan kelompoknya,” kata dia.
“Orang kampung yakin, setelah ini pasti Anggri. Karena Fajar (Fajar Novianto) juga tertangkap Sabtu. Yang di belakang Solo Square (Kampung Griyan) soalnya juga ditangkap. Anggri pernah bersama mereka, Jumat malam biasanya sweeping,” kata Yopie Abarua, ketua RT 01/RW III Kampung Batikan, Senin (24/9/2012).
Untuk diketahui, Mabes Polri merilis nama-nama terduga teroris yang ditangkap di Solo, Sabtu dan Minggu, 22-23 September 2012. Pada Sabtu, Densus membekuk delapan orang dalam poros Solo-Depok Jakarta yakni Baderi Hartono (45), Rudi Kurnia Putra (45), Chomadi (43), Indra Fitriyanto Dwi Nugroho (30), Nopem (46), Fajar Novianto (18), Barkah Nawa Saputra (24) dan Triyatno (29). Mereka ditangkap di beberapa tempat di Solo dan Sukoharjo. Pada Minggu, Joko Tripriyanto (40), ditangkap di Solo dan Anggri Pamungkas (19), di Kalimantan Barat.
Yopie mengatakan, Anggri terhitung sudah ke Kalimantan sejak sepekan terakhir. Orangtua pemuda kelahiran Solo 16 Januari 1994 itu kepada dirinya mengatakan Anggri ke Kalimantan untuk bekerja. Namun, orangtua Anggri tak menyebut alamat maupun jenis pekerjaan lulusan SMK jurusan teknik komputer jaringan itu. Yopie mengatakan, perangai pemuda itu sejak setahun terakhir berubah drastis. Anggri tak lagi mau bergaul dengan tetangga sekitar setelah masuk organisasi garis keras.
“Saat dia SMP masih mau bergaul dengan anak-anak kampung. Tapi setelah menginjak SMA kelas tiga hingga lulus, dia berubah total. Perangainya berbeda usai direkrut. Setiap Jumat malam pergi dengan kelompoknya,” kata dia.
(azh)