Tolak RSBI, demo mahasiswa nyaris ricuh

Senin, 24 September 2012 - 13:31 WIB
Tolak RSBI, demo mahasiswa...
Tolak RSBI, demo mahasiswa nyaris ricuh
A A A
Sindonews.com - Demo ratusan mahasiswa di Jombang, Jawa Timur (Jatim) nyaris ricuh. Mahasiswa nyaris mengamuk karena dihalang-halangi masuk ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut sekolah dengan sistem Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan sertifikasi guru dihapus karena dianggap tidak menguntungkan masyarakat dan biaya pendidikan tetap mahal.

Sekira 400 mahasiswa ini nyaris mengamuk saat dihalang-halangi masuk ke kantor DPRD Jombang. Mahasiswa berusaha membuka paksa pintu masuk gedung dprd namun dihalang-halangi oleh polisi. Massa kesal karena meski telah berorasi cukup lama tak satupun anggota DPRD Jombang yang bersedia keluar menemui mereka.

Sejumlah mahasiswa bahkan nekat memanjat pagar dan memaki-maki anggota DPRD yang mereka anggap tuli. Setelah nyaris adu dorong dengan polisi barulah mahasiswa ini diperbolehkan masuk dan ditemui anggota DPRD Jombang.

Salah seorang mahasiswa Nur Rohmah mengatakan dalam aksi ini mahasiswa menuntut sekolah dengan sistem RSBI dihapus. Sebab menurut mahasiswa RSBI hanya dijadikan ajang dan alat bagi pihak sekolah untuk mengkomersilkan pendidikan.

"Sistem RSBI yang sarat dengan fasilitas hanya dinikmati oleh anak-anak orang kaya sementara mereka yang dari keluarga miskin hanya disediakan fasilitas pendidikan ala kadarnya," ujar Nur menjelaskan di sela aksi," Senin (24/9/2012).

Selain itu, mahasiswa juga menuntut sertifikasi guru dihapuskan. Sebab, menurut mereka sertifikasi guru hanya dijadikan ajang bagi para guru untuk memperkaya diri sendiri sementara kualitasnya tetap minim.

Tak hanya itu saja, meski telah disejahterakan dengan gaji dua kali lipat, para guru yang mendapat sertifikasi juga tetap saja bandel dan sering mengenakan pungutan pada siswanya dengan berbagai alasan.

"Meski sudah ada Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan guru sudah disejahterakan, biaya pendidikan tetap saja mahal dan memberatkan," tandasnya.
(azh)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
2 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
2 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
3 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
4 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
5 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
6 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved