Wisatawan dan pedagang beraktivitas kembali di Tangkubanparahu
Sabtu, 22 September 2012 - 12:20 WIB
Wisatawan dan pedagang beraktivitas kembali di Tangkubanparahu
A
A
A
Sindonews.com - Penurunan status Gunung Tangkubanparahu dari Waspada (Level II) menjadi Normal Aktif (Level I) membuat pengelola Taman Wisata Alam (TWA)
Tangkubanparahu, membuat para pedagang dan wisatawan lega untuk mendekat.
Selang sehari setelah penurunan status gunung, pagi ini pengelola mulai membuka aktivitas wisatawan.
Menurut pantauan di lokasi, Sabtu (22/9/2012) sekira pukul 10.00 WIB, berbagai jenis mobil wisatawan mulai roda dua hingga roda empat dan bus mulai memasuki TWA yang berada di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang itu.
Diperkirakan, mereka sudah datang ke TWA sejak pukul 08.00 WIB. Begiti juga dengan para pedagang, mulai memasuki TWA sambil membawa barang dagangannya. Mereka yang punya kios, mulai menjajakan barang dagangannya berupa makanan maupun oleh-oleh.
Sedangkan pedagang asongan juga mulai menawarkan dagangannya kepada para turis.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, penurunan status Gunung Tangkubanparahu terhitung sejak Jumat 21 September 2012 sore pukul 17.00 WIB.
Pengumuman penurunan status Tangkubanparahu juga sudah dipasang di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkubanparahu. Dalam pengumuman itu, PVMBG tetap melakukan pemantauan secara intensif dan melakukan evaluasi kegiatan Gunung Tangkubanperahu.
Status kegiatan Gunun Tangkubanperahu akan dinaikkan jika terjadi indikasi peningkatan aktivitas vulkanik.
PVMBG merekomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanperahu maupun wisatawan tidak diperbolehkan turun ke dasar Kawah Ratu. Juga tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkubanparahu, terlebih ketika cuaca mendung dan hujan.
Masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanparahu diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkubanparahu, serta diharapkan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Untuk diketahui, pada 23 Agustus 2012 lalu sekira pukul 23.00 WIB status kegiatan Gunung Tangkubanparahu dinaikkan dari Normal menjadi Waspada. Tidak lama sejak status Waspada, TWA Gunung Tangkubanparahu pun ditutup oleh BPBD Jabar.
Sementara itu, Kepala PVMBG Dr Surono mengatakan, dari 11 September 2012 suhu solfatara Kawah Ratu 286 derajat Celcius, pada 19 September turun menjadi 97,6 derajat C dan 21 September 100,6 derajat C.
Sedangkan gempa tremor tidak terekam sejak 17 Septpember 2012. Pengukuran gas SO2 di tempat parkir umumnya di bawah 2 ppm. Namun di tempat asap terukur masih tinggi yakni 7,5 ppm.
"Kegempaan juga trendnya menurun," kata Surono.
Tangkubanparahu, membuat para pedagang dan wisatawan lega untuk mendekat.
Selang sehari setelah penurunan status gunung, pagi ini pengelola mulai membuka aktivitas wisatawan.
Menurut pantauan di lokasi, Sabtu (22/9/2012) sekira pukul 10.00 WIB, berbagai jenis mobil wisatawan mulai roda dua hingga roda empat dan bus mulai memasuki TWA yang berada di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang itu.
Diperkirakan, mereka sudah datang ke TWA sejak pukul 08.00 WIB. Begiti juga dengan para pedagang, mulai memasuki TWA sambil membawa barang dagangannya. Mereka yang punya kios, mulai menjajakan barang dagangannya berupa makanan maupun oleh-oleh.
Sedangkan pedagang asongan juga mulai menawarkan dagangannya kepada para turis.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, penurunan status Gunung Tangkubanparahu terhitung sejak Jumat 21 September 2012 sore pukul 17.00 WIB.
Pengumuman penurunan status Tangkubanparahu juga sudah dipasang di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkubanparahu. Dalam pengumuman itu, PVMBG tetap melakukan pemantauan secara intensif dan melakukan evaluasi kegiatan Gunung Tangkubanperahu.
Status kegiatan Gunun Tangkubanperahu akan dinaikkan jika terjadi indikasi peningkatan aktivitas vulkanik.
PVMBG merekomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanperahu maupun wisatawan tidak diperbolehkan turun ke dasar Kawah Ratu. Juga tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkubanparahu, terlebih ketika cuaca mendung dan hujan.
Masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanparahu diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkubanparahu, serta diharapkan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Untuk diketahui, pada 23 Agustus 2012 lalu sekira pukul 23.00 WIB status kegiatan Gunung Tangkubanparahu dinaikkan dari Normal menjadi Waspada. Tidak lama sejak status Waspada, TWA Gunung Tangkubanparahu pun ditutup oleh BPBD Jabar.
Sementara itu, Kepala PVMBG Dr Surono mengatakan, dari 11 September 2012 suhu solfatara Kawah Ratu 286 derajat Celcius, pada 19 September turun menjadi 97,6 derajat C dan 21 September 100,6 derajat C.
Sedangkan gempa tremor tidak terekam sejak 17 Septpember 2012. Pengukuran gas SO2 di tempat parkir umumnya di bawah 2 ppm. Namun di tempat asap terukur masih tinggi yakni 7,5 ppm.
"Kegempaan juga trendnya menurun," kata Surono.
(mhd)