Akhirnya Pemkot siapkan lokasi penampungan
Jum'at, 21 September 2012 - 16:47 WIB
Akhirnya Pemkot siapkan lokasi penampungan
A
A
A
Sindonews.com - Setelah beberapa hari tak berjualan pasca mengalami kebakaran hebat beberapa waktu lalu, akhirnya pedagang Pasar Turi Surabaya mendapat tempat penampungan sementara (TPS). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah menentukan lokasi TPS di halaman kantor pemadam kebakaran.
Sebelumnya, upaya Pemkot Surabaya untuk membangun TPS bagi korban kebakaran masih menemui kendala. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan di bekas bangunan Pasar Turi tahap III belum memberikan lampu hijau pada pemkot untuk membangun TPS.
Biar tak sampai berlarut-larut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyiapkan halaman kantor pemadam kebakaran yang ada di belakang lahan Pasar Turi sebagai alternatif.
Pertimbangan tempat untuk TPS di kantor pemadam kebakaran dilakukan, karena pertimbangan lokasi yang dekat dengan Pasar Turi.
“Saat ini mobil pemadam sudah saya pindah. Mereka kini menempati kantor di dekat Tugu Pahlawan,” ujar Risma ketika ditemui seusai rapat paripurna di DPRD Surabaya, Jumat (21/9/2012).
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) melanjutkan, halaman kantor pemadam kebakaran yang selama ini dipakai tempat parkir mobil pemadam cukup luas. Pihaknya tinggal membangun model bangunan semi permanen di sana.
“Jadi posisinya tak di dalam kantor pemadam, tapi di halamannya,” sambungnya.
Meskipun sudah punya alternatif TPS, pihaknya tetap berharap ada kesepakatan antara pemkot dan PT KAI. Pihaknya sudah mengajukan surat ke PT KAI untuk memastikan pemakaian lahan di Pasar Turi tahap III.
“Tapi surat itu belum ada balasan. Dalam beberapa hari ini akan kami tunggu surat balasan itu. Termasuk di dalamnya nanti pemkot melakukan sewa lahan atau model yang lainnya,” jelasnya.
Selain itu, katanya, ia juga akan menemui Dirut PT KAI pekan depan. Langkah itu diambil untuk memuluskan langkah memakai lahan PT KAI untuk TPS bagi pedagang.
Sementara itu, pemkot juga menyambut baik tawaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya yang menyediakan ratusan kios untuk korban kebakaran Pasar Turi tahap III. Usulan itu akan dijadikan pegangan pemkot untuk memberikan tawaran bagi pedagang dalam penyediaan TPS.
“Tapi biasanya para pedagang tak mau kalau TPS-nya jauh dari tempatnya dulu berdagang,” kata Risma.
Sementara itu, Asisten II Pemkot Surabaya Muhlas Udin menuturkan, usulan yang diberikan oleh PD Pasar bisa menjadi salah satu alternatif bagi pemkot untuk solusi bagi pedagang.
“Kalau ada tempat yang kosong dan siap untuk dipakai berdagang, ini bisa dilakukan,” ujar Muhlas.
Terpisah, anggota Komisi C DPRD Surabaya Agus Sudarsono mengatakan, pemkot harus secepatnya mengambil langkah penyelamatan pada pedagang. Hasil pertemuan antara dewan dengan pemkot untuk mencari titik temu TPS juga belum membuahkan hasil yang pasti.
Kalau memang terkendala lahan milik PT KAI, pemkot harus bisa melakukan pendekatan yang tuntas. Jangan sampai pedagang kembali dikorbankan setelah stan dan barang jualannya terbakar.
“Ini harus ceoat diambil keputusan, kalau sampai terlambat pedagang akan gulung tikar dengan cepat,” jelasnya.
Sebelumnya, upaya Pemkot Surabaya untuk membangun TPS bagi korban kebakaran masih menemui kendala. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan di bekas bangunan Pasar Turi tahap III belum memberikan lampu hijau pada pemkot untuk membangun TPS.
Biar tak sampai berlarut-larut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyiapkan halaman kantor pemadam kebakaran yang ada di belakang lahan Pasar Turi sebagai alternatif.
Pertimbangan tempat untuk TPS di kantor pemadam kebakaran dilakukan, karena pertimbangan lokasi yang dekat dengan Pasar Turi.
“Saat ini mobil pemadam sudah saya pindah. Mereka kini menempati kantor di dekat Tugu Pahlawan,” ujar Risma ketika ditemui seusai rapat paripurna di DPRD Surabaya, Jumat (21/9/2012).
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) melanjutkan, halaman kantor pemadam kebakaran yang selama ini dipakai tempat parkir mobil pemadam cukup luas. Pihaknya tinggal membangun model bangunan semi permanen di sana.
“Jadi posisinya tak di dalam kantor pemadam, tapi di halamannya,” sambungnya.
Meskipun sudah punya alternatif TPS, pihaknya tetap berharap ada kesepakatan antara pemkot dan PT KAI. Pihaknya sudah mengajukan surat ke PT KAI untuk memastikan pemakaian lahan di Pasar Turi tahap III.
“Tapi surat itu belum ada balasan. Dalam beberapa hari ini akan kami tunggu surat balasan itu. Termasuk di dalamnya nanti pemkot melakukan sewa lahan atau model yang lainnya,” jelasnya.
Selain itu, katanya, ia juga akan menemui Dirut PT KAI pekan depan. Langkah itu diambil untuk memuluskan langkah memakai lahan PT KAI untuk TPS bagi pedagang.
Sementara itu, pemkot juga menyambut baik tawaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya yang menyediakan ratusan kios untuk korban kebakaran Pasar Turi tahap III. Usulan itu akan dijadikan pegangan pemkot untuk memberikan tawaran bagi pedagang dalam penyediaan TPS.
“Tapi biasanya para pedagang tak mau kalau TPS-nya jauh dari tempatnya dulu berdagang,” kata Risma.
Sementara itu, Asisten II Pemkot Surabaya Muhlas Udin menuturkan, usulan yang diberikan oleh PD Pasar bisa menjadi salah satu alternatif bagi pemkot untuk solusi bagi pedagang.
“Kalau ada tempat yang kosong dan siap untuk dipakai berdagang, ini bisa dilakukan,” ujar Muhlas.
Terpisah, anggota Komisi C DPRD Surabaya Agus Sudarsono mengatakan, pemkot harus secepatnya mengambil langkah penyelamatan pada pedagang. Hasil pertemuan antara dewan dengan pemkot untuk mencari titik temu TPS juga belum membuahkan hasil yang pasti.
Kalau memang terkendala lahan milik PT KAI, pemkot harus bisa melakukan pendekatan yang tuntas. Jangan sampai pedagang kembali dikorbankan setelah stan dan barang jualannya terbakar.
“Ini harus ceoat diambil keputusan, kalau sampai terlambat pedagang akan gulung tikar dengan cepat,” jelasnya.
(ysw)