Hasil akhir quick count LSI, Jokowi unggul
Kamis, 20 September 2012 - 19:48 WIB
Hasil akhir quick count LSI, Jokowi unggul
A
A
A
Sindonews.com - Hasil perhitungan cepat (quick count) Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok unggul sekira tujuh persen dari pasangan Foke-Nara.
Direktur Komunikasi Publik LSI Burhanuddin Muhtadi mengatakan, quick count yang dilaksanakan dengan memilih 400 TPS yang tersebar secara di setiap kota yang ada di provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 15.059 TPS, dengan tingkat margin of error sekitar kurang lebih dua persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Quick count dari 100 persen data yang masuk, menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ahok memperoleh 53,81 persen, dan pasangan Foke-Nara 46,91 persen. Dengan demikian, Jokowi sudah mengungguli Foke sekitar 7 persen, dan Jokowi sudah menang, Foke juga sudah ucapkan selamat. Kalau ada pelanggaran, kan ada proses ke MK," katanya di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Dia menjelaskan, dengan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua yang sekitar 67,35 persen, pasangan Jokowi-Ahok unggul di lima wilayah sebaran suara per wilayah. Di Jakarta Barat dari 88 TPS yang disurvei, perolehan suara Foke-Nara 46,04 persen, Jokowi-Ahok 53,96 persen, dengan partisipasi 71,08 persen.
Jakarta Pusat dari 45 TPS, Foke-Nara meraih 48,23 persen suara, dan Jokowi 51,77 persen, dengan tingkat partisipasi 65,69 persen. Sementara Jakarta Selatan dari 86 TPS, Foke-Nara meraih 46,77 persen, Jokowi meraih 53,23 persen, dengan tingkat partisipasi 64,3 persen.
Kemudian Jakarta Timur dari 111 TPS, Foke-Nara meraih 46,72 persen suara, dan Jokowi-Ahok meraih 53,28 persen, dengan tingkat partisipasi 65,11 persen. Selanjutnya, Jakarta Utara dari 70 TPS, Foke-Nara meraih 43,36 persen suara, Jokowi-Ahok 56,64 persen, dengan tingkat partisipasi 63,63 persen.
Dia menegaskan, hasil quick count yang dilakukan pihaknya tidak akan berbeda jauh dengan hasil penghitungan resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Pasalnya, quick count yang dilakukan pihaknya memiliki margin of effor sebesar dua persen.
"Cukup yakin tidak berubah banyak, tapi tetap harus sesuai dengan UU perhitungan KPU yang digunakan," ungkapnya.
Direktur Komunikasi Publik LSI Burhanuddin Muhtadi mengatakan, quick count yang dilaksanakan dengan memilih 400 TPS yang tersebar secara di setiap kota yang ada di provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 15.059 TPS, dengan tingkat margin of error sekitar kurang lebih dua persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Quick count dari 100 persen data yang masuk, menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ahok memperoleh 53,81 persen, dan pasangan Foke-Nara 46,91 persen. Dengan demikian, Jokowi sudah mengungguli Foke sekitar 7 persen, dan Jokowi sudah menang, Foke juga sudah ucapkan selamat. Kalau ada pelanggaran, kan ada proses ke MK," katanya di Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Dia menjelaskan, dengan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua yang sekitar 67,35 persen, pasangan Jokowi-Ahok unggul di lima wilayah sebaran suara per wilayah. Di Jakarta Barat dari 88 TPS yang disurvei, perolehan suara Foke-Nara 46,04 persen, Jokowi-Ahok 53,96 persen, dengan partisipasi 71,08 persen.
Jakarta Pusat dari 45 TPS, Foke-Nara meraih 48,23 persen suara, dan Jokowi 51,77 persen, dengan tingkat partisipasi 65,69 persen. Sementara Jakarta Selatan dari 86 TPS, Foke-Nara meraih 46,77 persen, Jokowi meraih 53,23 persen, dengan tingkat partisipasi 64,3 persen.
Kemudian Jakarta Timur dari 111 TPS, Foke-Nara meraih 46,72 persen suara, dan Jokowi-Ahok meraih 53,28 persen, dengan tingkat partisipasi 65,11 persen. Selanjutnya, Jakarta Utara dari 70 TPS, Foke-Nara meraih 43,36 persen suara, Jokowi-Ahok 56,64 persen, dengan tingkat partisipasi 63,63 persen.
Dia menegaskan, hasil quick count yang dilakukan pihaknya tidak akan berbeda jauh dengan hasil penghitungan resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Pasalnya, quick count yang dilakukan pihaknya memiliki margin of effor sebesar dua persen.
"Cukup yakin tidak berubah banyak, tapi tetap harus sesuai dengan UU perhitungan KPU yang digunakan," ungkapnya.
(lil)