Ray: 5 kegembiraan Pilgub DKI sekarang
Kamis, 20 September 2012 - 19:16 WIB
Ray: 5 kegembiraan Pilgub DKI sekarang
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyatakan, terdapat lima kegembiraan dalam hasil pelaksanaan Pemilihan Gubernur Pilgub) DKI Jakarta, jika merujuk pada hasil quickcount yang ada.
Pertama, bahwa figur kandidat merupakan faktor penting dalam pencalonan kepala daerah dimana Parpol benar-benar hanya menjadi perahu. Hal iru sebenarnya sudah terbaca sejak Pilgub putaran pertama, dimana salah satu calon dari koalisi parpol bahkan dapat dikalahkan oleh calon independen.
"Putaran kedua ini makin memperkuat fenomena tersebut, parpol semakin tak berwibawa, makin tak bisa menjelaskan pemilihnya," ujarnya dalam rilis yang diterima SINDO di Jakarta, Kamis (20/9/2012)
Kedua, Ray mengatakan, pemilih kita makin independen, identifikasi politik mereka terhadap parpol makin rendah dan pemilih kita muncul menjadi dirinya sendiri.
Mereka juga mulai makin kebal dari rayuan politik uang, bahkan untuk sikap independen tersebut, pemilih dapat melakukan relawan dengan pengertian sesungguhnya. "Mereka berkereasi dengan berbagai cara, dan dengan mempergunakan banyak media, tanpa dukungan dana dari para kandidat," ujarnya.
Ketiga, menurut Ray, selain makin independen, pemilih kita juga makin rasional dimana isu SARA yang marak sepanjang masa kampanye ternyata tidak banyak mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihan mereka.
"Ini era di mana visi misi dan program mulai dilirik pemilih sebagai dasar untuk menetapkan pilihan," katanya.
Keempat, ray mengungkapkan, ada harapan pluralisme semakin diterima masyarakat. Kenyataan bahwa isu SARA tidak banyak mempengaruhi pemilih merupakan sinyal penting bahwa penerimaan atas pluralisme makin membesar.
"Perkembangan ini tentu sangat penting. Penerimaan atas pluralisme merupakan sarat penting bagi tegaknya demokrasi." ungkapnya.
Kelima, Ray melanjutkan, arogansi dikalahkan, pemilik dana kampanye besar ditumbangkan dan terdapat harapan politik dengan kesantunan yang bukan basa basi makin diterima.
"Dengan semua catatan ini, kita dapat menyimbulkan satu hal parpol anda harus berubah, karena pemilih makin independen," tegasnya.
Pertama, bahwa figur kandidat merupakan faktor penting dalam pencalonan kepala daerah dimana Parpol benar-benar hanya menjadi perahu. Hal iru sebenarnya sudah terbaca sejak Pilgub putaran pertama, dimana salah satu calon dari koalisi parpol bahkan dapat dikalahkan oleh calon independen.
"Putaran kedua ini makin memperkuat fenomena tersebut, parpol semakin tak berwibawa, makin tak bisa menjelaskan pemilihnya," ujarnya dalam rilis yang diterima SINDO di Jakarta, Kamis (20/9/2012)
Kedua, Ray mengatakan, pemilih kita makin independen, identifikasi politik mereka terhadap parpol makin rendah dan pemilih kita muncul menjadi dirinya sendiri.
Mereka juga mulai makin kebal dari rayuan politik uang, bahkan untuk sikap independen tersebut, pemilih dapat melakukan relawan dengan pengertian sesungguhnya. "Mereka berkereasi dengan berbagai cara, dan dengan mempergunakan banyak media, tanpa dukungan dana dari para kandidat," ujarnya.
Ketiga, menurut Ray, selain makin independen, pemilih kita juga makin rasional dimana isu SARA yang marak sepanjang masa kampanye ternyata tidak banyak mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihan mereka.
"Ini era di mana visi misi dan program mulai dilirik pemilih sebagai dasar untuk menetapkan pilihan," katanya.
Keempat, ray mengungkapkan, ada harapan pluralisme semakin diterima masyarakat. Kenyataan bahwa isu SARA tidak banyak mempengaruhi pemilih merupakan sinyal penting bahwa penerimaan atas pluralisme makin membesar.
"Perkembangan ini tentu sangat penting. Penerimaan atas pluralisme merupakan sarat penting bagi tegaknya demokrasi." ungkapnya.
Kelima, Ray melanjutkan, arogansi dikalahkan, pemilik dana kampanye besar ditumbangkan dan terdapat harapan politik dengan kesantunan yang bukan basa basi makin diterima.
"Dengan semua catatan ini, kita dapat menyimbulkan satu hal parpol anda harus berubah, karena pemilih makin independen," tegasnya.
(mhd)