Ditinggal buka angkringan, bayi tewas nyempung kolam
Kamis, 20 September 2012 - 03:12 WIB
Ditinggal buka angkringan, bayi tewas nyempung kolam
A
A
A
Sindonews.com – Cerita pilu menimpa keluarga Winarno (35) dan Susanti (31) Warga Dusun Milir, Desa Kedungsari, Pengasih harus kehilangan putra kesayangannya, Yanuar, 9 bulan. Yanuar tewas tenggelam di kolam depan rumah majikan saat ditinggal membuka warung angkringan.
Menurut saksi mata, Nugroho Wiwi (34) yang juga majikan Susanti, peristiwa naas terjadi sekira pukul 09.00 WIB pagi. Saat ditemukan, korban sudah mengambang di kolam kecil berukuran sekitar 0,5x3 meter berisi air setinggi 16 centimeter.
“Awalnya saya juga tidak tahu. Waktu itu saya pulang dari fotocopian, lalu masuk rumah sekira 5-10 menit. Waktu keluar saya kaget karena saya lihat Yanuar sudah mengambang dengan posisi telungkup di kolam kecil depan rumah,” kata Nugroho, Rabu 19 September 2012.
Dia mengatakan, saat peristiwa memilukan itu terjadi di dalam rumah hanya ada istrinya Sri Wahyuni Sumartini. Namun, istrinya juga tidak mengetahui kejadian yang menimpa bayi malang itu karena tengah mandi karena akan menjemput buah hatinya di sekolah.
Sang ibu, Susanti tengah menyiapkan dagangan angkringan di pinggir jalan depan rumah. Sedangkan bayi mungil Yanuar ditinggal karena tengah terlelap tidur di kamar.
“Mungkin waktu ibunya ke depan menyiapkan dagangan, Yanuar bangun. Kebetulan dia baru bisa merangkak jadi keluar sendiri,” sambung dia.
Mengetahui Yanuar sudah mengambang, Nugroho kemudian memanggil Susanti dan petugas kepolisian yang tengah berjaga di pos. Oleh ibunya, dibantu aparat kepolisian, Yanuar diangkat dari kolam dan langsung dilarikan ke RS Kharisma Medika.
”Dibawa menggunakan mobil polisi ke RS Kharisma. Hasilnya saya tidak tahu karena tidak ikut. Tapi tidak lama, saya dikabari Yanuar sudah meninggal. Korban langsung di bawa ke rumah duka dan dimakamkan,” terangnya.
Menurut saksi mata, Nugroho Wiwi (34) yang juga majikan Susanti, peristiwa naas terjadi sekira pukul 09.00 WIB pagi. Saat ditemukan, korban sudah mengambang di kolam kecil berukuran sekitar 0,5x3 meter berisi air setinggi 16 centimeter.
“Awalnya saya juga tidak tahu. Waktu itu saya pulang dari fotocopian, lalu masuk rumah sekira 5-10 menit. Waktu keluar saya kaget karena saya lihat Yanuar sudah mengambang dengan posisi telungkup di kolam kecil depan rumah,” kata Nugroho, Rabu 19 September 2012.
Dia mengatakan, saat peristiwa memilukan itu terjadi di dalam rumah hanya ada istrinya Sri Wahyuni Sumartini. Namun, istrinya juga tidak mengetahui kejadian yang menimpa bayi malang itu karena tengah mandi karena akan menjemput buah hatinya di sekolah.
Sang ibu, Susanti tengah menyiapkan dagangan angkringan di pinggir jalan depan rumah. Sedangkan bayi mungil Yanuar ditinggal karena tengah terlelap tidur di kamar.
“Mungkin waktu ibunya ke depan menyiapkan dagangan, Yanuar bangun. Kebetulan dia baru bisa merangkak jadi keluar sendiri,” sambung dia.
Mengetahui Yanuar sudah mengambang, Nugroho kemudian memanggil Susanti dan petugas kepolisian yang tengah berjaga di pos. Oleh ibunya, dibantu aparat kepolisian, Yanuar diangkat dari kolam dan langsung dilarikan ke RS Kharisma Medika.
”Dibawa menggunakan mobil polisi ke RS Kharisma. Hasilnya saya tidak tahu karena tidak ikut. Tapi tidak lama, saya dikabari Yanuar sudah meninggal. Korban langsung di bawa ke rumah duka dan dimakamkan,” terangnya.
(ysw)