Pilgub DKI harus sportif
Rabu, 19 September 2012 - 19:03 WIB
Pilgub DKI harus sportif
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua diharapkan bisa berjalan dengan fair dan sportif, sehingga bisa menghasilkan pemimpin Jakarta yang merepresentasikan keinginan seluruh warga Jakarta.
Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, pihaknya selalu mendorong untuk terciptanya pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta yang sportif, dan aman. Hal itu, untuk memastikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih nantinya merepresentasikan keinginan warga Jakarta.
"Sportifitas harus dijunjung tinggi, dan keamanan Jakarta harus dijaga bersama," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, dinamika politik di Jakarta pada detik-detik terakhir menjelang pemungutan suara menunjukkan kedewasaan masing-masing calon dalam berpolitik.
Anggota Komisi III DPR itu juga menegaskan, Pilgub DKI Jakarta harus bisa dijadikan contoh bagi daerah lain dalam hal penyelenggaraan pesta demokrasi. "Kita tentu harus terus mendorong perdamaian dalam pelaksanaan Pilgub," tandasnya.
Seperti diketahui, pemungutan suara Pilgub DKI putaran kedua nanti akan dilaksanakan 20 September 2012 mendatang, dan akan diikuti oleh pasangan nomor urut 1 Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), dan pasangan dengan nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok).
Pasangan Foke-Nara lolos putaran pertama dengan meraup 1.476.648 suara, atau sebesar 34,05 persen. Sedangkan, pasangan Jokowi-Ahok meraup suara sebanyak 1.847.157, atau sebesar 42,60 persen.
Menteri Dalam Negeri sendiri telah mengeluarkan Kepmendagri No 270-614 Tahun 2012 tertanggal 6 September 2012, yang menyatakan hari pemungutan suara putaran kedua nanti adalah hari libur di DKI Jakarta.
Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Martin Hutabarat mengatakan, pihaknya selalu mendorong untuk terciptanya pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta yang sportif, dan aman. Hal itu, untuk memastikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih nantinya merepresentasikan keinginan warga Jakarta.
"Sportifitas harus dijunjung tinggi, dan keamanan Jakarta harus dijaga bersama," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Dia mengungkapkan, dinamika politik di Jakarta pada detik-detik terakhir menjelang pemungutan suara menunjukkan kedewasaan masing-masing calon dalam berpolitik.
Anggota Komisi III DPR itu juga menegaskan, Pilgub DKI Jakarta harus bisa dijadikan contoh bagi daerah lain dalam hal penyelenggaraan pesta demokrasi. "Kita tentu harus terus mendorong perdamaian dalam pelaksanaan Pilgub," tandasnya.
Seperti diketahui, pemungutan suara Pilgub DKI putaran kedua nanti akan dilaksanakan 20 September 2012 mendatang, dan akan diikuti oleh pasangan nomor urut 1 Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), dan pasangan dengan nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok).
Pasangan Foke-Nara lolos putaran pertama dengan meraup 1.476.648 suara, atau sebesar 34,05 persen. Sedangkan, pasangan Jokowi-Ahok meraup suara sebanyak 1.847.157, atau sebesar 42,60 persen.
Menteri Dalam Negeri sendiri telah mengeluarkan Kepmendagri No 270-614 Tahun 2012 tertanggal 6 September 2012, yang menyatakan hari pemungutan suara putaran kedua nanti adalah hari libur di DKI Jakarta.
(lil)