Pemilih umum berpotensi memilih Foke
Rabu, 19 September 2012 - 05:36 WIB
Pemilih umum berpotensi memilih Foke
A
A
A
Sindonews.com - Pasca hasil survei yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), diketahui sebesar 1,25 persen pemilih yang memilih pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Jokowi-Ahok pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) putaran pertama, akan beralih memilih pasangan Foke-Nara pada Pilgub putaran kedua nanti.
Pemilih Jokowi-Ahok yang berpindah tersebut merupakan pemilih umum yang tidak masuk dalam pemilih yang masuk ke kantong-kantong agama maupun Partai Nasionalis.
"Mereka tidak masuk pemilih yang tradisional atau pemilih yang tidak masuk ke kantong agama, maupun Partai Nasionalis," kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/9/2012) malam.
Husin menyatakan, jika para pemilih yang beralih tersebut memilih pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama karena figur Jokowi yang humanis, merakyat, dan apa adanya.
Sebelumnya diketahui berdasarkan hasil survei yang diadakan Puskaptis dari tanggal 10-14 September kemarin, hasil elektabilitas pasangan Foke-Nara sebesar 44,90 persen. Lalu, pasangan Jokowi-Ahok sebesar 47,56 persen. Dan yang menjawab tidak tahu sebesar 7,54 persen.
Lalu diketahui juga sebesar 0,95 persen pemilih Foke pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Jokowi di putaran kedua Pilkada. Sedangkan, sebesar 1,25 persen pemilih Jokowi pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Foke pada putaran kedua Pilkada, 20 September nanti.
Survei ini sendiri melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden sendiri tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Pemilih Jokowi-Ahok yang berpindah tersebut merupakan pemilih umum yang tidak masuk dalam pemilih yang masuk ke kantong-kantong agama maupun Partai Nasionalis.
"Mereka tidak masuk pemilih yang tradisional atau pemilih yang tidak masuk ke kantong agama, maupun Partai Nasionalis," kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/9/2012) malam.
Husin menyatakan, jika para pemilih yang beralih tersebut memilih pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama karena figur Jokowi yang humanis, merakyat, dan apa adanya.
Sebelumnya diketahui berdasarkan hasil survei yang diadakan Puskaptis dari tanggal 10-14 September kemarin, hasil elektabilitas pasangan Foke-Nara sebesar 44,90 persen. Lalu, pasangan Jokowi-Ahok sebesar 47,56 persen. Dan yang menjawab tidak tahu sebesar 7,54 persen.
Lalu diketahui juga sebesar 0,95 persen pemilih Foke pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Jokowi di putaran kedua Pilkada. Sedangkan, sebesar 1,25 persen pemilih Jokowi pada putaran pertama Pilkada akan beralih memilih Foke pada putaran kedua Pilkada, 20 September nanti.
Survei ini sendiri melibatkan 1.250 sample responden dengan margin error sebesar 2,8 persen. Responden sendiri tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
(mhd)