Kepolisian perlu cermati dinamika Pilgub DKI
Selasa, 18 September 2012 - 13:55 WIB
Kepolisian perlu cermati dinamika Pilgub DKI
A
A
A
Sindonews.com - Putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta rawan konflik. Hal itu bisa dilihat munculnya berbagai isu SARA dan teror kebakaran belakangan ini.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengimbau agar berbagai pihak mencermati dinamika Pilgub DKI Jakarta. Jajaran kepolisian, mulai dari polsek, polres, polda, dan Mabes Polri sebaiknya siap agar tak terjadi ganggunan Kamtibmas.
"Mobilisasi dukungan politik untuk pemenangan pilgub, sejauh ini telah mendorong lahirnya emosi politik berbasis etnik dan agama yang sangat berpotensi menimbulkan konflik sosial. Dan seharusnya pilgub adalah pertarungan konsep dan gagasan serta ajakan bagi rakyat memilih secara cerdas. Sehingga Pilgub Jakarta tidak berpotensi konflik dan kekerasan politik," ujarnya dalam rilis, Selasa (18/2012).
Walaupun sudah terdapat antisipasi maksimal dari Polda Metro, IPW tetap berharap para pemimpin politik di Jakarta, terutama yang berkepentingan dalam pilgub, harus sungguh-sungguh melakukan langkah mencegah apabila terjadi kekerasan politik oleh massa pendukung masing-masing cagub.
Terjadinya kebakaran belakangan ini juga harus dicermati. Selama proses pilgub dari Juli hingga september 2012, terjadi 61 kali kebakaran dengan 14 lokasi yang tergolong besar.
Kebakaran demi kebakaran berdampak pada terjadinya "pemindahan paksa" (enforced displacement) penduduk yang berpotensi menimbulkan dampak administratif bagi pemilih.
"IPW menilai, salah satu titik rawan pilgub Jakarta justru ada di sekitar lokasi bekas kebakaran," jelasnya.
Karena itu, KPU DKI perlu bekerja sama dengan Pemkot-pemkot Jakarta dan KPUD wilayah agar berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin dan memfasilitasi terpenuhinya hak pilih korban kebakaran.
"Hal itu diperlukan agar tidak muncul protes-protes yang bisa memicu konflik baik saat pencoblosan maupun pasca pencoblosan," tandasnya.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengimbau agar berbagai pihak mencermati dinamika Pilgub DKI Jakarta. Jajaran kepolisian, mulai dari polsek, polres, polda, dan Mabes Polri sebaiknya siap agar tak terjadi ganggunan Kamtibmas.
"Mobilisasi dukungan politik untuk pemenangan pilgub, sejauh ini telah mendorong lahirnya emosi politik berbasis etnik dan agama yang sangat berpotensi menimbulkan konflik sosial. Dan seharusnya pilgub adalah pertarungan konsep dan gagasan serta ajakan bagi rakyat memilih secara cerdas. Sehingga Pilgub Jakarta tidak berpotensi konflik dan kekerasan politik," ujarnya dalam rilis, Selasa (18/2012).
Walaupun sudah terdapat antisipasi maksimal dari Polda Metro, IPW tetap berharap para pemimpin politik di Jakarta, terutama yang berkepentingan dalam pilgub, harus sungguh-sungguh melakukan langkah mencegah apabila terjadi kekerasan politik oleh massa pendukung masing-masing cagub.
Terjadinya kebakaran belakangan ini juga harus dicermati. Selama proses pilgub dari Juli hingga september 2012, terjadi 61 kali kebakaran dengan 14 lokasi yang tergolong besar.
Kebakaran demi kebakaran berdampak pada terjadinya "pemindahan paksa" (enforced displacement) penduduk yang berpotensi menimbulkan dampak administratif bagi pemilih.
"IPW menilai, salah satu titik rawan pilgub Jakarta justru ada di sekitar lokasi bekas kebakaran," jelasnya.
Karena itu, KPU DKI perlu bekerja sama dengan Pemkot-pemkot Jakarta dan KPUD wilayah agar berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin dan memfasilitasi terpenuhinya hak pilih korban kebakaran.
"Hal itu diperlukan agar tidak muncul protes-protes yang bisa memicu konflik baik saat pencoblosan maupun pasca pencoblosan," tandasnya.
(lns)