Foke didukung etnis Betawi dan Sunda
Jum'at, 14 September 2012 - 01:25 WIB
Foke didukung etnis Betawi dan Sunda
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan basis dukungan secara etnis, dua pasangan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta, yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan pasangan Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama mempunyai basis yang berbeda.
Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis bahwa pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi lebih unggul pada etnis Betawi dan Sunda. Sedangkan Jokowi-Ahok merebut pemilih beretnis Jawa dan warga keturunan. "Kedekatan etnis mempengaruhi pemilih," katanya di Gedung MNC, Kamis (13/9/2012).
Peneliti SMRC, Deni Irvani menjelaskan, dalam Pilgub DKI tak dipungkiri kalau pemilih lebih dominan memilih calon yang memiliki etnis sama. Tak hanya itu, masalah keyakinan juga menjadi rujukan bagi konstituen untuk menentukan pilihannya.
Ini bisa dilihat dari hasi survei yang menunjukan kalau Fauzi-Nachrowi lebih unggul dipemilih beragama Islam, sedangkan Jokowi unggul pada pemilih beragama Protestan dan Katolik.
Survei ini dilaksanakan pada 7-11 September 2012 dengan jumlah sampel awal ditetapkan sebanyak 1.000 orang. Responden dipilih dengan metode stratified two-stage random sampling.
Namun, data yang dapat dianalisis sebanyak 501 responden, dengan tingkat kesalahan 4,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Surveidilakukan lewat tatap muka oleh dua pewawancara yang telah dilatih.
Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis bahwa pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi lebih unggul pada etnis Betawi dan Sunda. Sedangkan Jokowi-Ahok merebut pemilih beretnis Jawa dan warga keturunan. "Kedekatan etnis mempengaruhi pemilih," katanya di Gedung MNC, Kamis (13/9/2012).
Peneliti SMRC, Deni Irvani menjelaskan, dalam Pilgub DKI tak dipungkiri kalau pemilih lebih dominan memilih calon yang memiliki etnis sama. Tak hanya itu, masalah keyakinan juga menjadi rujukan bagi konstituen untuk menentukan pilihannya.
Ini bisa dilihat dari hasi survei yang menunjukan kalau Fauzi-Nachrowi lebih unggul dipemilih beragama Islam, sedangkan Jokowi unggul pada pemilih beragama Protestan dan Katolik.
Survei ini dilaksanakan pada 7-11 September 2012 dengan jumlah sampel awal ditetapkan sebanyak 1.000 orang. Responden dipilih dengan metode stratified two-stage random sampling.
Namun, data yang dapat dianalisis sebanyak 501 responden, dengan tingkat kesalahan 4,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Surveidilakukan lewat tatap muka oleh dua pewawancara yang telah dilatih.
(ysw)