Mobil ditarik, dropping air mandek
Jum'at, 14 September 2012 - 01:01 WIB
Mobil ditarik, dropping air mandek
A
A
A
Sindonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo tak berkutik. Instansi ini tak bisa berbuat apa-apa setelah mobil tangki yang jadi andalan ditarik provinsi. Akibatnya, dropping air ke sejumlah titik mandek.
“Itu satu-satunya kendaraan yang kita punya untuk dropping air. Karena sekarang di provinsi, kami tidak bisa lagi men-drop air ke beberapa titik. Habis mau bagaimana lagi,” kata Sarono, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Kamis (13/9/2012).
Sarono menjelaskan, pada Kamis ini pihaknya sudah menerima permintaan dropping air di beberapa titik. Salah satunya dari sebuah SMP di wilayah Sentolo.
Dalam proposal mereka meminta dilakukan droping untuk berbagai keperluan seperti MCK, dan keperluan wudhu. “Karena tidak ada armada, permintaan belum bisa dipenuhi,” jelasnya.
BPBD Kulonprogo sendiri belum lama dibentuk. Karena itu, instansi yang dipimpin Untung Waluya belum memiliki banyak kelengkapan. Mobil tangki berkapasitas 4.000 liter yang jadi andalan pun masih milik provinsi.
Selain BPBD, PDAM adalah instansi yang juga terlibat dalam dropping air bersih. Kedua instansi ini sudah berbagi wilayah agar tidak bertabrakan.
PDAM melayani wilayah Kokap, Pengasih, sebagian Girimulyo dan sebagian Samigaluh. “Sisanya BPBD,” kata Kabag Langganan PDAm kulonprogo, Suyono.
PDAM mengerahkan tiga hingga empat armada untuk dropping air di beberapa titik seperti Kalirejo, Kokap dan beberapa wilayah lainnya.
“Beberapa hari ke depan kami masih akan menyalurkan air ke Kalipetir, Kalisoko, Margosari, Pengasih, lalu di Kokap ada di Papak, Plampang I dan II, Sangir,” imbuhnya.
“Itu satu-satunya kendaraan yang kita punya untuk dropping air. Karena sekarang di provinsi, kami tidak bisa lagi men-drop air ke beberapa titik. Habis mau bagaimana lagi,” kata Sarono, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Kamis (13/9/2012).
Sarono menjelaskan, pada Kamis ini pihaknya sudah menerima permintaan dropping air di beberapa titik. Salah satunya dari sebuah SMP di wilayah Sentolo.
Dalam proposal mereka meminta dilakukan droping untuk berbagai keperluan seperti MCK, dan keperluan wudhu. “Karena tidak ada armada, permintaan belum bisa dipenuhi,” jelasnya.
BPBD Kulonprogo sendiri belum lama dibentuk. Karena itu, instansi yang dipimpin Untung Waluya belum memiliki banyak kelengkapan. Mobil tangki berkapasitas 4.000 liter yang jadi andalan pun masih milik provinsi.
Selain BPBD, PDAM adalah instansi yang juga terlibat dalam dropping air bersih. Kedua instansi ini sudah berbagi wilayah agar tidak bertabrakan.
PDAM melayani wilayah Kokap, Pengasih, sebagian Girimulyo dan sebagian Samigaluh. “Sisanya BPBD,” kata Kabag Langganan PDAm kulonprogo, Suyono.
PDAM mengerahkan tiga hingga empat armada untuk dropping air di beberapa titik seperti Kalirejo, Kokap dan beberapa wilayah lainnya.
“Beberapa hari ke depan kami masih akan menyalurkan air ke Kalipetir, Kalisoko, Margosari, Pengasih, lalu di Kokap ada di Papak, Plampang I dan II, Sangir,” imbuhnya.
(ysw)