Jabar jadi lokasi transit teroris
Rabu, 12 September 2012 - 10:31 WIB
Jabar jadi lokasi transit teroris
A
A
A
Sindonews.com - Ada beberapa lokasi yanng biasa dijadikan tempat transit para teroris. Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menduga, beberapa kali penggerebekan terduga teroris di Jabar, karena mereka ingin masuk ke Jakarta.
Kata pria yang pernah menjabat Ketua Pembina Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) itu, ada beberapa titik yang menjadi tempat penggodokan terorisme di Indonesia. Setelah digodok, mereka masuk ke Jabar karena wilayahnya dekat dengan Jakarta.
"Masuk ke Jabar ini karena mereka akan bergerak terus perlahan ke Jakarta," terangnya, di Bandung, Rabu (12/9/2012).
Beberapa daerah di Jabar yang menjadi tempat transit terduga terorisme di antaranya Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, dan Garut. Kejadian penangkapan terduga teroris di Depok terkait dengan sifat kota tersebut yang banyak ditempati warga pendatang.
Depok juga banyak mahasiswa, pekerja di Jakarta tinggal di Depok, dan lainnya. Sehingga, banyak perumahan namun pengawasan yang kurang.
Dede berharap, ada koordinasi dengan pemerintah, menghidupkan lagi siskamling, pendataan. "Jadi kalau bisa orang kost ngontrak itu harus didata semuanya, karena tanpa itu sama saja membiarkan ada hal di rumah tangga kita terjadi," katanya.
Koordinasi penting dilakukan terutama oleh pemerinah daerah mulai bupati/walikota, camat, lurah dan seterusnya. Semua perangkat pemerintahan itu harus manfaatkan peran Bimas seperti Babinsa dan sejenisnya.
Dede juga tidak menepis bahwa ada korelasi antara ajaran radikal dengan kegiatan yang mengarah ke tindak terorisme.
"Saya ga bisa itu bilang dampaknya langsung tapi itu perlu diwaspadai," pungkasnya.
Kata pria yang pernah menjabat Ketua Pembina Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) itu, ada beberapa titik yang menjadi tempat penggodokan terorisme di Indonesia. Setelah digodok, mereka masuk ke Jabar karena wilayahnya dekat dengan Jakarta.
"Masuk ke Jabar ini karena mereka akan bergerak terus perlahan ke Jakarta," terangnya, di Bandung, Rabu (12/9/2012).
Beberapa daerah di Jabar yang menjadi tempat transit terduga terorisme di antaranya Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, dan Garut. Kejadian penangkapan terduga teroris di Depok terkait dengan sifat kota tersebut yang banyak ditempati warga pendatang.
Depok juga banyak mahasiswa, pekerja di Jakarta tinggal di Depok, dan lainnya. Sehingga, banyak perumahan namun pengawasan yang kurang.
Dede berharap, ada koordinasi dengan pemerintah, menghidupkan lagi siskamling, pendataan. "Jadi kalau bisa orang kost ngontrak itu harus didata semuanya, karena tanpa itu sama saja membiarkan ada hal di rumah tangga kita terjadi," katanya.
Koordinasi penting dilakukan terutama oleh pemerinah daerah mulai bupati/walikota, camat, lurah dan seterusnya. Semua perangkat pemerintahan itu harus manfaatkan peran Bimas seperti Babinsa dan sejenisnya.
Dede juga tidak menepis bahwa ada korelasi antara ajaran radikal dengan kegiatan yang mengarah ke tindak terorisme.
"Saya ga bisa itu bilang dampaknya langsung tapi itu perlu diwaspadai," pungkasnya.
(ysw)