Calo tiket KA makin nekat
Rabu, 12 September 2012 - 10:11 WIB
Calo tiket KA makin nekat
A
A
A
Sindonews.com - Setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan tiket harus sesuai dengan identitas penumpang membuat calo tiket makin nekat. Kini berkembang modus baru dimana calo tiket nekat memalsukan identitas di KTP.
Saat ini, PT KAI memberlakukan penjual tiket dengan menyertakan KTP atau tanda pengenal lainnya. Jika tidak sesuai, maka tiket tidak berlaku dan dianggap hangus. “Meski sudah diberlakukan seperti itu, tapi tidak menutup kemungkinan percaloan masih ada,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (12/9/2012).
Menurutnya, kini para calo menggunakan modus pemalsuan identitas untuk mengelabuhi petugas di lapangan. Caranya, calo memfotokopi KTP siapa saja. Lalu, dia ubah nama pada foto kopi KTP.
"Selanjutnya, identitas pada foto kopi KTP yang sudah diubahnya itu, dia foto kopi lagi. Modus ini sudah terjadi di Jawa Timur," bebernya.
Meski belum pernah terjadi di wilayah Daop II mulai dari Purwakarta hingga Banjar, pihaknya berharap masyarakat dan petugas agar mewaspadai modus tersebut. "Lebih baik, melakukan pembelian tiket secara langsung, jangan melalui perantara. Atau, bisa juga langsung secara online," jelasnya.
Untuk mengantisipasi adanya modus tersebut, kini pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamana untuk ikut membantu memberantas percaloan terutama yang menggunakan modus pemalsuan identitas.
Saat ini, PT KAI memberlakukan penjual tiket dengan menyertakan KTP atau tanda pengenal lainnya. Jika tidak sesuai, maka tiket tidak berlaku dan dianggap hangus. “Meski sudah diberlakukan seperti itu, tapi tidak menutup kemungkinan percaloan masih ada,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (12/9/2012).
Menurutnya, kini para calo menggunakan modus pemalsuan identitas untuk mengelabuhi petugas di lapangan. Caranya, calo memfotokopi KTP siapa saja. Lalu, dia ubah nama pada foto kopi KTP.
"Selanjutnya, identitas pada foto kopi KTP yang sudah diubahnya itu, dia foto kopi lagi. Modus ini sudah terjadi di Jawa Timur," bebernya.
Meski belum pernah terjadi di wilayah Daop II mulai dari Purwakarta hingga Banjar, pihaknya berharap masyarakat dan petugas agar mewaspadai modus tersebut. "Lebih baik, melakukan pembelian tiket secara langsung, jangan melalui perantara. Atau, bisa juga langsung secara online," jelasnya.
Untuk mengantisipasi adanya modus tersebut, kini pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamana untuk ikut membantu memberantas percaloan terutama yang menggunakan modus pemalsuan identitas.
(ysw)