Warga Batu Ampar protes penumpukan sampah di kali
Rabu, 12 September 2012 - 06:30 WIB
Warga Batu Ampar protes penumpukan sampah di kali
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah warga yang tinggal di RW01 dan RW06 Kelurahan Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur, mengeluhkan tumpukan sampah yang memenuhi kali penghubung yang menimbulkan bau yang tidak sedap.
Kondisi yang terjadi sejak dua bulan belakangan tersebut, diperparah dengan ulah sejumlah warga yang membuang sampah di kali, sehingga membuat tumpukan menjadi semakin banyak.
"Awalnya hanya puluhan meter, sekarang jadi sampai 200-an meter begini. Ini karena kenakalan warga sekitar dan sejumlah pemotor yang melintas membuang sampah di kali," ujar Dedi Junaedi (61), seorang warga RT03/06 di Jakarta, Selasa 11 September 2012.
Menurutnya, hal tersebut semakin mengganggu ketika malam tiba, dimana lalat, nyamuk, dan belatung yang berasal dari tumpukan sampah masuk kedalam rumah. "Kalau malam, lalat, dan nyamuk pun bertebaran masuk ke dalam rumah," lanjut Dedi.
Sementara menurut Ketua Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) Batu Ampar Sarikun, penumpukan sampah terjadi lantaran keringnya air kali akibat tidak turunnya hujan.
"Kali ini awalnya selokan selebar satu meter, karena ada normalisasi maka lebarnya menjadi 6-7 meter. Kalau hulunya dari perumahan warga di Kelurahan Tengah, atau di belakang Pasar Induk Kramatjati, dan hilirnya ke Kali Ciliwung," paparnya.
Terkait sampah yang menumpuk, dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan lurah setempat. Permasalahannya, saat ini pengangkutan sampah sulit dilakukan lantaran akses jalan setempat yang rata-rata hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter.
"Sementara ini, sambil mengharap hujan turun, kami coba mengatasi penumpukan sampah sekaligus memusnahkan belatung dengan cara membakar sampah. Kami juga sudah melakukan foging untuk menekan perkembangbiakan nyamuk di sekitar lokasi penumpukan sampah," tambahnya.
Ditempat terpisah, Lurah Batu Ampar Saruhi mengaku, dirinya sudah mendapatkan laporan permasalahan tersebut. Sayangnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengingat kelurahan sendiri tidak memiliki banyak anggaran untuk membersihkan penumpukan sampah di kali.
"Namun, secara lisan saya sudah meminta Sudin PU Tata Air Jaktim untuk membantu melakukan pengangkutan, dan pengerukan sampah. Rencananya saya juga akan bersurat agar secepatnya ditindaklanjuti," pungkasnya.
Kondisi yang terjadi sejak dua bulan belakangan tersebut, diperparah dengan ulah sejumlah warga yang membuang sampah di kali, sehingga membuat tumpukan menjadi semakin banyak.
"Awalnya hanya puluhan meter, sekarang jadi sampai 200-an meter begini. Ini karena kenakalan warga sekitar dan sejumlah pemotor yang melintas membuang sampah di kali," ujar Dedi Junaedi (61), seorang warga RT03/06 di Jakarta, Selasa 11 September 2012.
Menurutnya, hal tersebut semakin mengganggu ketika malam tiba, dimana lalat, nyamuk, dan belatung yang berasal dari tumpukan sampah masuk kedalam rumah. "Kalau malam, lalat, dan nyamuk pun bertebaran masuk ke dalam rumah," lanjut Dedi.
Sementara menurut Ketua Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) Batu Ampar Sarikun, penumpukan sampah terjadi lantaran keringnya air kali akibat tidak turunnya hujan.
"Kali ini awalnya selokan selebar satu meter, karena ada normalisasi maka lebarnya menjadi 6-7 meter. Kalau hulunya dari perumahan warga di Kelurahan Tengah, atau di belakang Pasar Induk Kramatjati, dan hilirnya ke Kali Ciliwung," paparnya.
Terkait sampah yang menumpuk, dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan lurah setempat. Permasalahannya, saat ini pengangkutan sampah sulit dilakukan lantaran akses jalan setempat yang rata-rata hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter.
"Sementara ini, sambil mengharap hujan turun, kami coba mengatasi penumpukan sampah sekaligus memusnahkan belatung dengan cara membakar sampah. Kami juga sudah melakukan foging untuk menekan perkembangbiakan nyamuk di sekitar lokasi penumpukan sampah," tambahnya.
Ditempat terpisah, Lurah Batu Ampar Saruhi mengaku, dirinya sudah mendapatkan laporan permasalahan tersebut. Sayangnya, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengingat kelurahan sendiri tidak memiliki banyak anggaran untuk membersihkan penumpukan sampah di kali.
"Namun, secara lisan saya sudah meminta Sudin PU Tata Air Jaktim untuk membantu melakukan pengangkutan, dan pengerukan sampah. Rencananya saya juga akan bersurat agar secepatnya ditindaklanjuti," pungkasnya.
(lil)