Tersangka teroris Bojong pindah ke Pasar Minggu?
Senin, 10 September 2012 - 15:30 WIB
Tersangka teroris Bojong pindah ke Pasar Minggu?
A
A
A
Sindonews.com - Tiga orang penghuni kontrakan di Villa Asia, RT 003/08 Desa Susukan, Bojonggede, Kabupaten Bogor yang menjadi sasaran penggerebekan Tim Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sudah tak ada di rumah tersebut. Sehari sebelumnya, mereka sudah berpamitan untuk pindah ke Pasar Minggu Jakarta.
Tim Densus hanya menangkap satu orang yang merupakan teman tiga penghuni rumah tersebut bernama Arif. Ia ditangkap di rumah mertuanya di RT 02 tak jauh dari lokasi penggerebekan.
Salah seorang kuli bangunan yang bekerja di rumah kontrakan tersebut, Mualimat mengatakan ketiga penghuni pria di rumah tersebut sudah pamit hendak pindah ke Pasar Minggu. Mereka beralasan lokasi saat ini terlalu jauh.
"Dari hari Kamis sudah bilang mau pindah ke Pasar Minggu, Jumat malam masih melihat ketiganya, Sabtu pagi sudah enggak ada," katanya kepada wartawan di lokasi.
Salah satu dari penghuni kontrakan tersebut mengaku kepada Mualimat sempat memiliki usaha bengkel di Bekasi.
Kuli bangunan lainnya, Jack menuturkan ketiga penghuni kontrakan itu sering pulang malam hingga pagi. Dari ketiganya, satu orang lebih muda, satu lebih tua, dan satu lainnya berjambang dan berjenggot lebat.
"Pernah lihat bawa kardus naik motor, enggak tahu mau kemana. Satupun enggak tahu siapa namanya. Salah satunya sering samperin saya saat lagi menonton tv. Sudah tiga hari ini enggak ketemu, katanya mau pindah," tuturnya.
Tim Densus hanya menangkap satu orang yang merupakan teman tiga penghuni rumah tersebut bernama Arif. Ia ditangkap di rumah mertuanya di RT 02 tak jauh dari lokasi penggerebekan.
Salah seorang kuli bangunan yang bekerja di rumah kontrakan tersebut, Mualimat mengatakan ketiga penghuni pria di rumah tersebut sudah pamit hendak pindah ke Pasar Minggu. Mereka beralasan lokasi saat ini terlalu jauh.
"Dari hari Kamis sudah bilang mau pindah ke Pasar Minggu, Jumat malam masih melihat ketiganya, Sabtu pagi sudah enggak ada," katanya kepada wartawan di lokasi.
Salah satu dari penghuni kontrakan tersebut mengaku kepada Mualimat sempat memiliki usaha bengkel di Bekasi.
Kuli bangunan lainnya, Jack menuturkan ketiga penghuni kontrakan itu sering pulang malam hingga pagi. Dari ketiganya, satu orang lebih muda, satu lebih tua, dan satu lainnya berjambang dan berjenggot lebat.
"Pernah lihat bawa kardus naik motor, enggak tahu mau kemana. Satupun enggak tahu siapa namanya. Salah satunya sering samperin saya saat lagi menonton tv. Sudah tiga hari ini enggak ketemu, katanya mau pindah," tuturnya.
(ysw)