Pemkot Depok segera razia yustisi
Minggu, 09 September 2012 - 19:30 WIB
Pemkot Depok segera razia yustisi
A
A
A
Sindonews.com - Buntut dari ledakan bom yang ada di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara sekira pukul 21.30 WIB, di Jalan Nusantara RT 4 RW 013, Keluharan Beji, Depok, membuat Pemerintah Kota (pemkot) berniat melakukan razia yustisi.
"Kita sudah merencanakan sebelumnya, instruksikan operasi yustisi. Bukan sekedar pendatang Idul Fitri (1433 H), tapi seluruh pengontrak sebelum Ramadan," kata Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad, di Depok, Minggu (9/9/2012).
Dia mengatakan, jika saat ini para pendatang yang ada di Kota Depok pasca Lebaran tahun ini mencapai tujuh ribuan pendatang, sehingga semuanya harus didata.
"Setelah Idul Fitri ada tujuh ribuan pendatang. Operasi yustisi minggu depan, tim kecamatan, sasaran rumah kontrakan," katanya.
Kota Depok dalam sepekan ini telah menjadi tempat hunian bagi para terorisme yang akan melakukan aksinya, Firman terduga teroris Solo, ditangkap di Depok, pada Rabu 5 September 2012 lalu, kemudian 8 September 2012 ledakan bom di Depok.
walau demikian, Idris membantah, jika Depok dianggap kecolongan oleh para terduga teroris tersebut. "Ini jadi pelajaran, setiap pendatang kan harus melapor, lalu dicek kegiatannya apa. Kecolongan juga enggak, sudah melapor kan," katanya.
Dia menjelaskan, jika yang membuat bom di Jalan Nusantara RT 4 RW 013, Keluharan Beji, Depok, merupakan warga pendatang. Bukan asli warga Depok.
"Yang melakukan warga pendatang biasanya. Depok memang kota hunian sesuai RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Jawa Barat 2025, tertarik huni di sini. Kalau jelas, punya kerjaan, akan kita akomodir jadi warga Depok. Kalau memang individualisme masyarakat komplek memang ada kadang2. Kedepan kita hidupkan kembali hidup gotong royong," terangnya.
"Kita sudah merencanakan sebelumnya, instruksikan operasi yustisi. Bukan sekedar pendatang Idul Fitri (1433 H), tapi seluruh pengontrak sebelum Ramadan," kata Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad, di Depok, Minggu (9/9/2012).
Dia mengatakan, jika saat ini para pendatang yang ada di Kota Depok pasca Lebaran tahun ini mencapai tujuh ribuan pendatang, sehingga semuanya harus didata.
"Setelah Idul Fitri ada tujuh ribuan pendatang. Operasi yustisi minggu depan, tim kecamatan, sasaran rumah kontrakan," katanya.
Kota Depok dalam sepekan ini telah menjadi tempat hunian bagi para terorisme yang akan melakukan aksinya, Firman terduga teroris Solo, ditangkap di Depok, pada Rabu 5 September 2012 lalu, kemudian 8 September 2012 ledakan bom di Depok.
walau demikian, Idris membantah, jika Depok dianggap kecolongan oleh para terduga teroris tersebut. "Ini jadi pelajaran, setiap pendatang kan harus melapor, lalu dicek kegiatannya apa. Kecolongan juga enggak, sudah melapor kan," katanya.
Dia menjelaskan, jika yang membuat bom di Jalan Nusantara RT 4 RW 013, Keluharan Beji, Depok, merupakan warga pendatang. Bukan asli warga Depok.
"Yang melakukan warga pendatang biasanya. Depok memang kota hunian sesuai RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Jawa Barat 2025, tertarik huni di sini. Kalau jelas, punya kerjaan, akan kita akomodir jadi warga Depok. Kalau memang individualisme masyarakat komplek memang ada kadang2. Kedepan kita hidupkan kembali hidup gotong royong," terangnya.
(mhd)