Polri: TKP diduga gudang penyimpanan bom
Minggu, 09 September 2012 - 12:45 WIB
Polri: TKP diduga gudang penyimpanan bom
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Biro Penerangan Umum Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, lokasi meledaknya bom di Jalan Nusantara, RT 04/13, Kecamatan Beji, Depok, merupakan gudang penyimpanan bom.
"Diduga tempat itu (meledaknya bom) adalah penyimpanan alat peledak (bom)," katanya, saat berkunjung di lokasi kejadian yang didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung Rajab, di Depok, Minggu (9/9/2012).
Namun, lanjutnya, para pelaku tersebut lupa untuk mengatur setting bom aktif yang ada di lokasi, sehingga meledak. "Para pelaku salah menyeting," katanya.
Menurut pantauan di lokasi, Boy yang hingga berita ini diturunkan, masih berada di lokasi terus menelusuri adanya bom-bom yang masih ada di lokasi kejadian. Selain itu Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) masih melakukan oleh TKP.
"Masih ada Tim Inafis yang melakukan oleh TKP ulang," katanya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memerintahkan Kapolri untuk segera menangkap para pelaku itu.
Presiden SBY mengaku telah mendapat laporan dari Menteri Koordiator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, terkait peristiwa ledakan bom di Jalan Nusantara RT 4 RW 013, Keluharan Beji, Depok.
"Presiden sudah dilaporkan oleh Menko Polhukam dan perintahkan Kapolri segera mengejar pelaku," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi, Minggu (9/9/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian sudah memeriksa 11 saksi, di antaranya empat orang berasal dari warga yang tinggal di kontrakan belakang TKP, dua Ketua RT dan RW, serta sisanya warga sekitar.
Polisi yang datang ke lokasi menemukan tiga granat dengan jenis granat manggis dan asap, satu pucuk senjata api Bareta berisi amunisi 17 butir peluru dan dua pucuk senjata api Enggran masih dalam rangkaian.
Selain itu juga ditemukan peluru 9 mm sebanyak 50 butir dan 22 mm 30 butir. Juga Talkit (The Tactical Airfield Lighting Kit), gambar senjata jenis pejera, laras dan magasin (manual).
Serta beberapa barang yang diduga untuk membuat rangkaian bom, di antaranya, batere sembilan volt lima buah, swiching dalam rangkaian enam buah. Black powder, potasium KL sebanyak tujuh kilogram, satu unit detonator elektrik, kabel serabut dan tunggal serta paralon ukuran 11/4 inci sebanyak enam buah sudah dalam keadaan terisi.
Polisi juga mencatat ada tiga korban dari kejadian ini, di antaranya adalah Mulyadi Tofik dan Febri Bagus Kuncoro yang mendapatkan luka ringan, serta pemilik kontarakan yang namanya massih dirahasiakan, yang mendapatkan luka berat dengan tangan kanan patah, luka bakar sekira 50 sampai dengan 70 persen.
"Diduga tempat itu (meledaknya bom) adalah penyimpanan alat peledak (bom)," katanya, saat berkunjung di lokasi kejadian yang didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung Rajab, di Depok, Minggu (9/9/2012).
Namun, lanjutnya, para pelaku tersebut lupa untuk mengatur setting bom aktif yang ada di lokasi, sehingga meledak. "Para pelaku salah menyeting," katanya.
Menurut pantauan di lokasi, Boy yang hingga berita ini diturunkan, masih berada di lokasi terus menelusuri adanya bom-bom yang masih ada di lokasi kejadian. Selain itu Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) masih melakukan oleh TKP.
"Masih ada Tim Inafis yang melakukan oleh TKP ulang," katanya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memerintahkan Kapolri untuk segera menangkap para pelaku itu.
Presiden SBY mengaku telah mendapat laporan dari Menteri Koordiator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, terkait peristiwa ledakan bom di Jalan Nusantara RT 4 RW 013, Keluharan Beji, Depok.
"Presiden sudah dilaporkan oleh Menko Polhukam dan perintahkan Kapolri segera mengejar pelaku," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi, Minggu (9/9/2012).
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian sudah memeriksa 11 saksi, di antaranya empat orang berasal dari warga yang tinggal di kontrakan belakang TKP, dua Ketua RT dan RW, serta sisanya warga sekitar.
Polisi yang datang ke lokasi menemukan tiga granat dengan jenis granat manggis dan asap, satu pucuk senjata api Bareta berisi amunisi 17 butir peluru dan dua pucuk senjata api Enggran masih dalam rangkaian.
Selain itu juga ditemukan peluru 9 mm sebanyak 50 butir dan 22 mm 30 butir. Juga Talkit (The Tactical Airfield Lighting Kit), gambar senjata jenis pejera, laras dan magasin (manual).
Serta beberapa barang yang diduga untuk membuat rangkaian bom, di antaranya, batere sembilan volt lima buah, swiching dalam rangkaian enam buah. Black powder, potasium KL sebanyak tujuh kilogram, satu unit detonator elektrik, kabel serabut dan tunggal serta paralon ukuran 11/4 inci sebanyak enam buah sudah dalam keadaan terisi.
Polisi juga mencatat ada tiga korban dari kejadian ini, di antaranya adalah Mulyadi Tofik dan Febri Bagus Kuncoro yang mendapatkan luka ringan, serta pemilik kontarakan yang namanya massih dirahasiakan, yang mendapatkan luka berat dengan tangan kanan patah, luka bakar sekira 50 sampai dengan 70 persen.
(mhd)