Krisis air, warga nekat bobol pipa PDAM
Jum'at, 07 September 2012 - 13:23 WIB
Krisis air, warga nekat bobol pipa PDAM
A
A
A
Sindonews.com - Sebagian besar warga Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggunakan air dari jaringan pipa Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) sejak sepekan terakhir yang sudah mulai mengeluh, stok air bersih sudah mulai menipis.
Ternyata tidak saja warga Kota Kefamenanu yang alami krisis air, warga pedesaan juga semakin sulit memperoleh air bersih untuk mandi dan cuci. Terdesak, mereka terpaksa nekat menempuh cara apa saja yang penting bisa memperoleh air.
“Sambungan pipa PDAM dari sumber Air Mutis yang melalui pemukiman warga ternyata dibobol dan airnya dipakai minum, mandi bahkan untuk mengairi sawah di Noetoko,” ungkap Direktur PDAM TTU Martinus Toleu, di Kefamenanu, (07/09/2012).
Menanggapi hal tersebut, kata Martinus, pipa induk yang dibobol warga hanya untuk mengairi sawah terpaksa ditutup kembali, sementara pipa induk yang melalui pemukiman, PDAM berikan sambungan meteran air dan dialiri dalam bak tampungan yang ada.
“Saat ini petugas sedang standby di lapangan, Kami berharap, dalam waktu dekat ini air sudah bisa mengalir sehingga warga tidak kesulitan, meskipun debit airnya sudah mulai menurun,” pungkasnya.
Pemandangan seperti ini sering terjadi setiap tahun, saat ini pemerintah daerah sendiri, belum mampu berbuat banyak. Pasalnya sumber mata air yang tersedia hanya sedikit saja apalagi debit airnya sangat kecil.
Ternyata tidak saja warga Kota Kefamenanu yang alami krisis air, warga pedesaan juga semakin sulit memperoleh air bersih untuk mandi dan cuci. Terdesak, mereka terpaksa nekat menempuh cara apa saja yang penting bisa memperoleh air.
“Sambungan pipa PDAM dari sumber Air Mutis yang melalui pemukiman warga ternyata dibobol dan airnya dipakai minum, mandi bahkan untuk mengairi sawah di Noetoko,” ungkap Direktur PDAM TTU Martinus Toleu, di Kefamenanu, (07/09/2012).
Menanggapi hal tersebut, kata Martinus, pipa induk yang dibobol warga hanya untuk mengairi sawah terpaksa ditutup kembali, sementara pipa induk yang melalui pemukiman, PDAM berikan sambungan meteran air dan dialiri dalam bak tampungan yang ada.
“Saat ini petugas sedang standby di lapangan, Kami berharap, dalam waktu dekat ini air sudah bisa mengalir sehingga warga tidak kesulitan, meskipun debit airnya sudah mulai menurun,” pungkasnya.
Pemandangan seperti ini sering terjadi setiap tahun, saat ini pemerintah daerah sendiri, belum mampu berbuat banyak. Pasalnya sumber mata air yang tersedia hanya sedikit saja apalagi debit airnya sangat kecil.
(azh)