Warga Bojonegoro makan gaplek & nasi jagung

Kamis, 06 September 2012 - 18:41 WIB
Warga Bojonegoro makan...
Warga Bojonegoro makan gaplek & nasi jagung
A A A
Sindonews.com - Warga Bojonegoro mulai kesulitan pangan saat musim kemarau ini. Kini sebagian warga Bojonegoro terpaksa mengonsumsi gaplek dan nasi jagung untuk menyambung hidup.

Warga yang mempunyai sawah tadah hujan kini memilih menanam singkong dan jagung. Singkong diolah menjadi bahan baku gaplek. Sedangkan, jagung diolah dan dimasak untuk dijadikan nasi jagung.

"Sawah saat ini ditanami singkong dan umbi-umbian. Singkong dijadikan nasi gaplek," ujar Suwantri (56), warga Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (6/9/2012).

Sudah sebulan ini keluarga Suwantri mengonsumsi nasi gaplek. Gaplek dibuat dari singkong yang dikeringkan, lalu ditumbuk hingga halus. Biasanya, gaplek juga dicampur dengan nasi beras. Campuran gaplek dan nasi beras itu berwarna putih kecokelatan dan rasanya agak keras.

Kini, ada puluhan keluarga yang tinggal di tepian hutan di Kecamatan Dander, Gondang, Sekar, dan Bubulan yang terpaksa mengonsumsi nasi gaplek itu.

Persediaan gabah yang telah habis dan mahalnya harga beras di pasaran, membuat sebagian warga memilih mengonsumsi gaplek. Saat ini, harga beras kualitas sedang di pasaran sekitar Rp7.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas baik sekitar Rp8.500/kg.

Sementara itu, sebagian warga di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem dan warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mulai mengonsumsi nasi jagung. Saat ini, hampir semua persawahan ditanami jagung dan mulai panen.

Menurut Sri Wahyuningsih (29), warga Dukuh Mojo, Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, saat musim kemarau sudah biasa sebagian warga mengonsumsi nasi jagung. "Jagung hasil panen sebagian dijual dan sebagian diolah sendiri untuk nasi jagung," terangnya.

Menurutnya, cara membuat nasi jagung cukup mudah. Yakni, jagung pupilan dikeringkan beberapa saat. Selanjutnya, jagung pupilan itu diselep hingga halus. Jagung yang telah menjadi tepung itu direndam beberapa saat dan kemudian dinanak hingga matang.
(san)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
18 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
36 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
53 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
8 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved