Anak 2 tahun menderita atresia ani

Kamis, 06 September 2012 - 16:42 WIB
Anak 2 tahun menderita...
Anak 2 tahun menderita atresia ani
A A A
Sindonews.com - Nasib malang menimpa Ikhsan (2), warga Dusun Rammang-rammang Desa Salenrang Kecamatan Bontoa. Anak pertama ini terlahir dengan lubang anus kecil yang nyaris tidak ada atau lebih dikenal dengan nama atresia ani.

Menurut keterangan ibunya Syamsiah, penyakit yang diderita anaknya tersebut, merupakan penyakit bawaan sejak dia lahir. Hal itu diketahuinya sesaat setelah ikhsan dilahirkan.

"Ini merupakan cacat bawaan sejak lahir. Karena pada saat buang air waktu pertama lahir, keluar hanya sedikit seperti lidi besarnya. Sementara bayi yang lahir biasanya Buang Air Besar (BAB)-nya menggumpal. Itu tidak normal kata perawat yang merawatnya. Sehingga terpaksa harus dirawat," ungkap Syamsiah menjelaskan kepada wartawan, Kamis (6/9/2012).

Syamsiah menjelaskan, akibat dari penyakit itu maka setiap kali anaknya ingin BAB, selalu menangis, kemudian menarik-narik rambutnya. Dalam sehari, Ikhsan bisa tiga kali BAB.

"Mungkin dia merasa mulas, tapi karena lubang anusnya kecil, makanya dia hanya menarik rambut dan menangis," jelasnya.

Syamsiah menuturkan, setiap kali dia melihat anaknya menangis karena ingin BAB, dirinya merasa iba. Namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena terbentur masalah biaya.

Dia mengaku, untuk pengobatannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan untuk foto rongsen bokong anaknya saja, dia dimintai biaya Rp500 ribu.

Pekerjaan suaminya yang hanya buruh tani hanya mendapatkan upah yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

"Saya pernah membawanya ke rumah sakit untuk mengobatinya. Tapi kata dokter, dia harus dioperasi untuk membuatkan lubang anus yang lebih besar. Hanya saja saya tidak punya biaya. Untuk foto pantat (bokong) saya dimintai Rp500 ribu. Belum lagi untuk operasinya. Saya tidak punya uang," sebutnya.

Sementara itu Ketua Organisasi Pecinta Alam (OPA) yang selama ini mendampingi Ikhsan, Ikhwan menuturkan, selama ini OPA telah berupaya untuk mencarikan donatur untuk biaya pengobatan Ikhsan. Hanya saja pihaknya terbentur dengan banyaknya birokrasi yang harus dilewati. Selama ini baru sekitar Rp1,7 juta dana yang terkumpul untuk biaya pengobatannya.

"Kita masih mencari terus donatur yang mau membiayai pengobatan Ikhsan. Karena untuk biaya sampai sembuh, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros menuturkan, untuk penyakit seperti pada dasarnya tidak apa-apa. Untuk memudahkan dia BAB maka harus dibantu dengan menggunakan obat pencahar.
(azh)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
6 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
6 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
6 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
7 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved