Pembangunan RSUD Empatlawang terbengkalai
Kamis, 06 September 2012 - 10:09 WIB
Pembangunan RSUD Empatlawang terbengkalai
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPRD Sumsel Holda mengaku, masyarakat Desa Terusan Baru, Kabupaten Empat Lawang, sangat mendukung dan berbahagia atas pembangunan RSUD di kabupaten itu.
Sayangnya, RSUD yang beberapa waktu lalu telah melayani masyarakat tersebut kini terhenti pengoperasiannya. Masyarakat Desa Terusan Baru, kata Holda, berharap lokasi RSUD Empat Lawang tersebut tetap berada di desa mereka sesuai dengan rencana awal peruntukan tanah yang dihibahkan untuk pembangunan RSUD tersebut.
“Mengingat, tanah lokasi RSUD merupakan tanah hibah dari masyarakat. Jadi, kalaupun rencana pemindahan lokasi RSUD tersebut jadi dilaksanakan, masyarakat Desa Terusan Baru meminta lokasi tersebut dikembalikan ke fungsi awalnya, yaitu lapangan sepak bola, tidak untuk lokasi lain,” tukasnya.
Holda menambahkan,karena anggaran pembangunan RSUD tersebut juga menggunakan APBD Pemprov Sumsel, sehingga masyarakat ingin mempertanyakan mengenai pemindahan tersebut kepada gubernur maupun DPRD Sumsel, apakah hal ini telah melalui prosedur yang benar atau salah.
Sementara itu, Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati menjelaskan, pembangunan RSUD itu awalnya memang akan dibangun di Desa Terusan Baru.Namun, ternyata rencana itu terkendala beberapa hal teknis yang menyebabkan pembangunan RSUD tidak bisa diteruskan.
Hal tersebut juga sudah menjadi pembahasan di Komisi V DPRD Sumsel tahun lalu. “Yang penting, Pemkab Empatlawang selalu berkoordinasi dengan Dinkes provinsi terkait rencana pemindahan itu,” katanya.
Anita menambahkan, untuk tahun anggaran ini, pihaknya belum mengecek kembali apakah ada anggaran bantuan terkait pembangunan RSUD Empat Lawang itu.
“Sekarang yang jadi masalah, RSUD itu belum bisa beroperasi dan apa yang menjadi keinginan Kabupaten Empat Lawang untuk mengoptimalkan RSUD itu juga belum bisa.Karena,ya itu tadi, masih terkendala syarat-syarat teknis pendirian RSUD,” pungkasnya.
Sayangnya, RSUD yang beberapa waktu lalu telah melayani masyarakat tersebut kini terhenti pengoperasiannya. Masyarakat Desa Terusan Baru, kata Holda, berharap lokasi RSUD Empat Lawang tersebut tetap berada di desa mereka sesuai dengan rencana awal peruntukan tanah yang dihibahkan untuk pembangunan RSUD tersebut.
“Mengingat, tanah lokasi RSUD merupakan tanah hibah dari masyarakat. Jadi, kalaupun rencana pemindahan lokasi RSUD tersebut jadi dilaksanakan, masyarakat Desa Terusan Baru meminta lokasi tersebut dikembalikan ke fungsi awalnya, yaitu lapangan sepak bola, tidak untuk lokasi lain,” tukasnya.
Holda menambahkan,karena anggaran pembangunan RSUD tersebut juga menggunakan APBD Pemprov Sumsel, sehingga masyarakat ingin mempertanyakan mengenai pemindahan tersebut kepada gubernur maupun DPRD Sumsel, apakah hal ini telah melalui prosedur yang benar atau salah.
Sementara itu, Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati menjelaskan, pembangunan RSUD itu awalnya memang akan dibangun di Desa Terusan Baru.Namun, ternyata rencana itu terkendala beberapa hal teknis yang menyebabkan pembangunan RSUD tidak bisa diteruskan.
Hal tersebut juga sudah menjadi pembahasan di Komisi V DPRD Sumsel tahun lalu. “Yang penting, Pemkab Empatlawang selalu berkoordinasi dengan Dinkes provinsi terkait rencana pemindahan itu,” katanya.
Anita menambahkan, untuk tahun anggaran ini, pihaknya belum mengecek kembali apakah ada anggaran bantuan terkait pembangunan RSUD Empat Lawang itu.
“Sekarang yang jadi masalah, RSUD itu belum bisa beroperasi dan apa yang menjadi keinginan Kabupaten Empat Lawang untuk mengoptimalkan RSUD itu juga belum bisa.Karena,ya itu tadi, masih terkendala syarat-syarat teknis pendirian RSUD,” pungkasnya.
(azh)