Dukung Jokowi-Ahok, penghapusan dosa Prabowo
Rabu, 05 September 2012 - 21:51 WIB
Dukung Jokowi-Ahok, penghapusan dosa Prabowo
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 ini sangat dinilai sangat tinggi nuansa politisnya. Pasalnya, selain berlangsung dua putaran, waktunya juga berdekatan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Banyak pihak berusaha meraup kentungan di balik Pilgub DKI. Salah satunya, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Tokoh yang sudah resmi mengajukan sebagai bakal capres ini diuntungkan dari kepopuleran Joko Widodo.
Hal ini terlihat dari gencarnya Prabowo tampil di kancah politik, khususnya dalam proses pendaftaran pasangan Joko Widodo sebagai cagub DKI Jakarta. Bahkan, pada saat pendaftaran ini, Prabowo ikut mendampingi.
"Untuk meningkatkan elektabilitasnya, Prabowo mengawali dari Pilkada DKI Jakarta di balik sosok Jokowi," ungkap Direktur Program Imparsial, Manifest Institute, Al Araf, di sela-sela diskusi dengan tema Membaca Kepentingan Capres 2014 di balik Pilkada DKI Jakarta, Rabu (5/6/2012).
Dia menambahkan, pemanfaatan kepopuleran Jokowi oleh Prabowo ini terlihat dalam iklan kampanye Jokowi-Ahok. Selain itu, kehadiran sosok Jokowi di Pilgub DKI Jakarta dinilai mampu menghapus dosa-dosa Prabowo ketika melakukan pelanggaran HAM pada 1999 jadi hilang dan tenggelam.
"Prabowo disebut-sebut sebagai salah satu capres yang akan maju di Pemilu 2014 nanti," ucapnya.
Senada dengan peneliti Katalis, Nuril Huda. Menurutnya kehadiran Prabowo dalam Pilgub DKI sebagai bentuk upaya penghapusan dosa terhadap etnis tionghoa. Di mana sebelum reformasi, Prabowo dikenal sebagai tokoh militer yang menentang kehadiran etnis tionghoa.
“Bila Jokowi-Ahok menang, Prabowo akan mendapatkan dukungan dari kaum tionghoa di Pilpres nanti,” ucap Nuril.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Fraksi Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) di DPR
Arwani Thomafi mengakui parpol pendukung Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) terdapat
tokoh-tokoh disebut sebagai capres.
Kendati demikian, tokoh itu dinilai tidak sedominan Prabowo Subianto. “Keberhasian para
cara capres ini membidani dua cagub Jakarta ini ditentukan di tanggal 20 September 2012.
Baik antara Prabowo maupun capres lainnya,” tandasnya.
Banyak pihak berusaha meraup kentungan di balik Pilgub DKI. Salah satunya, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Tokoh yang sudah resmi mengajukan sebagai bakal capres ini diuntungkan dari kepopuleran Joko Widodo.
Hal ini terlihat dari gencarnya Prabowo tampil di kancah politik, khususnya dalam proses pendaftaran pasangan Joko Widodo sebagai cagub DKI Jakarta. Bahkan, pada saat pendaftaran ini, Prabowo ikut mendampingi.
"Untuk meningkatkan elektabilitasnya, Prabowo mengawali dari Pilkada DKI Jakarta di balik sosok Jokowi," ungkap Direktur Program Imparsial, Manifest Institute, Al Araf, di sela-sela diskusi dengan tema Membaca Kepentingan Capres 2014 di balik Pilkada DKI Jakarta, Rabu (5/6/2012).
Dia menambahkan, pemanfaatan kepopuleran Jokowi oleh Prabowo ini terlihat dalam iklan kampanye Jokowi-Ahok. Selain itu, kehadiran sosok Jokowi di Pilgub DKI Jakarta dinilai mampu menghapus dosa-dosa Prabowo ketika melakukan pelanggaran HAM pada 1999 jadi hilang dan tenggelam.
"Prabowo disebut-sebut sebagai salah satu capres yang akan maju di Pemilu 2014 nanti," ucapnya.
Senada dengan peneliti Katalis, Nuril Huda. Menurutnya kehadiran Prabowo dalam Pilgub DKI sebagai bentuk upaya penghapusan dosa terhadap etnis tionghoa. Di mana sebelum reformasi, Prabowo dikenal sebagai tokoh militer yang menentang kehadiran etnis tionghoa.
“Bila Jokowi-Ahok menang, Prabowo akan mendapatkan dukungan dari kaum tionghoa di Pilpres nanti,” ucap Nuril.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Fraksi Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) di DPR
Arwani Thomafi mengakui parpol pendukung Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) terdapat
tokoh-tokoh disebut sebagai capres.
Kendati demikian, tokoh itu dinilai tidak sedominan Prabowo Subianto. “Keberhasian para
cara capres ini membidani dua cagub Jakarta ini ditentukan di tanggal 20 September 2012.
Baik antara Prabowo maupun capres lainnya,” tandasnya.
(kur)