Belum digaji, Pramudi Transjakarta ancam mogok
Selasa, 04 September 2012 - 20:49 WIB
Belum digaji, Pramudi Transjakarta ancam mogok
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah karyawan dan pramudi PT Jakarta Express Trans (JET) operator bus Trans Jakarta koridor I (Blok M-Kota) dan X (PGC-Tanjung Priok) mengancam akan mogok kerja mulai pekan depan.
Mereka nekat melakukan aksi tersebut karena hingga saat ini mereka belum menerima gaji periode Agustus 2012. Sejauh ini, PT JET belum memberi kejelasan kapan gaji mereka dibayar.
Saat ini sebagian karyawan mulai tidak bekerja dengan alasan ongkos yang digunakan untuk sehari-hari sudah habis.
"Beberapa rekan sesama pramudi busway, ada yang tidak bekerja karena tidak memiliki uang ongkos," ujar Abdul Chakim (40) salah seorang pramudi koridor I, Selasa (4/9/2012).
Biasanya gaji diberikan perusahaan pada tanggal 27 setiap bulannya, atau paling lambat tanggal 31. Karena keterlambatan ini, Chakim terpaksa harus meminjam uang dengan tetangganya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sebesar Rp1 juta.
Sementara, Mahmudi (40) pramudi bus Transjakarta lainnya berharap agar perusahaan secepatmya dapat membayarkan kewajiban mereka. Ia mengatakan dirinya dan teman-teman masih akan melihat perkembangan yang terjadi kedepan.
Jika sampai sepekan belum dibayarkan bukan tidak mungkin mereka akan melakukan aksi mogok seperti beberapa waktu lalu. "Kami stop operasi seperti waktu nuntut THR dulu," tegasnya.
Sementara itu Direktur Operasional PT Jakarta Ekspres Trans (JET) Payaman Manik mengaku tidak bisa berbuat banyak jika memang para karyawan beserta pramudi bus melakukan aksi mogok.
"Kami sudah berusaha untuk meminjam kepada pihak ketiga namun tidak berhasil. Jika memang pada akhirnya mereka mogok operasi kami tidak bisa berbuat banyak itu hak mereka. Namun kalau bisa jangan sampai itu terjadi," ungkapnya.
Mereka nekat melakukan aksi tersebut karena hingga saat ini mereka belum menerima gaji periode Agustus 2012. Sejauh ini, PT JET belum memberi kejelasan kapan gaji mereka dibayar.
Saat ini sebagian karyawan mulai tidak bekerja dengan alasan ongkos yang digunakan untuk sehari-hari sudah habis.
"Beberapa rekan sesama pramudi busway, ada yang tidak bekerja karena tidak memiliki uang ongkos," ujar Abdul Chakim (40) salah seorang pramudi koridor I, Selasa (4/9/2012).
Biasanya gaji diberikan perusahaan pada tanggal 27 setiap bulannya, atau paling lambat tanggal 31. Karena keterlambatan ini, Chakim terpaksa harus meminjam uang dengan tetangganya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sebesar Rp1 juta.
Sementara, Mahmudi (40) pramudi bus Transjakarta lainnya berharap agar perusahaan secepatmya dapat membayarkan kewajiban mereka. Ia mengatakan dirinya dan teman-teman masih akan melihat perkembangan yang terjadi kedepan.
Jika sampai sepekan belum dibayarkan bukan tidak mungkin mereka akan melakukan aksi mogok seperti beberapa waktu lalu. "Kami stop operasi seperti waktu nuntut THR dulu," tegasnya.
Sementara itu Direktur Operasional PT Jakarta Ekspres Trans (JET) Payaman Manik mengaku tidak bisa berbuat banyak jika memang para karyawan beserta pramudi bus melakukan aksi mogok.
"Kami sudah berusaha untuk meminjam kepada pihak ketiga namun tidak berhasil. Jika memang pada akhirnya mereka mogok operasi kami tidak bisa berbuat banyak itu hak mereka. Namun kalau bisa jangan sampai itu terjadi," ungkapnya.
(ysw)